DWJ Manajement - PORTAL

Di Hadapan Generasi Muda, Pertamina Kenalkan Konsep Dual Growth Strategy

Oleh: DWJ-Manajement • 05 Sep 2026
Di Hadapan Generasi Muda, Pertamina Kenalkan Konsep Dual Growth Strategy

Dengan menjaga pilar ini, Pertamina memastikan bahwa transisi energi tidak akan menimbulkan "kejutan ekonomi" atau krisis energi yang dapat melumpuhkan mobilitas masyarakat dan industri.

Pilar Kedua: Akselerasi Bisnis Rendah Karbon untuk Masa Depan Hijau

Jika pilar pertama adalah tentang "hari ini", maka pilar kedua adalah tentang "masa depan". Pertamina sangat menyadari bahwa ketergantungan pada bahan bakar fosil harus dikurangi secara bertahap melalui transformasi bisnis yang berkelanjutan. Pengembangan bisnis rendah karbon bukan lagi sekadar tren atau kewajiban sosial (CSR), melainkan strategi inti untuk menjaga relevansi perusahaan di masa depan.

Beberapa sektor utama yang menjadi fokus pengembangan dalam pilar rendah karbon ini antara lain:

1. Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT)

Pertamina terus memperluas portofolio di sektor energi hijau, mulai dari pengembangan panas bumi (geothermal) yang merupakan salah satu kekuatan utama Indonesia, hingga pemanfaatan energi surya, angin, dan air. Investasi pada sektor EBT diharapkan dapat menjadi kontributor utama dalam bauran energi nasional di masa mendatang.

2. Pengembangan Biofuel

Memanfaatkan potensi kekayaan alam Indonesia, Pertamina melakukan inovasi dalam pengembangan bahan bakar nabati seperti biodiesel dan bioavtur. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi tanpa harus mengubah secara drastis infrastruktur mesin yang ada saat ini.

3. Teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS)

Salah satu tantangan terbesar dalam industri migas adalah emisi karbon yang dihasilkan dari proses produksi. Pertamina berkomitmen mengembangkan teknologi CCUS untuk menangkap emisi karbon dari sumbernya dan menyimpannya kembali di dalam bumi, atau memanfaatkannya kembali menjadi produk bernilai tambah. Teknologi ini menjadi kunci agar operasional energi fosil tetap selaras dengan target dekarbonisasi.

4. Pengembangan Ekosistem Hidrogen

Sebagai energi masa depan yang sangat bersih, hidrogen mulai dipelajari dan dikembangkan oleh Pertamina. Hidrogen dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk dekarbonisasi industri berat dan transportasi jarak jauh.

Sinergi Dua Sisi: Menyeimbangkan Profitabilitas dan Keberlanjutan

Pertanyaan yang sering muncul adalah: bagaimana Pertamina bisa menjalankan dua strategi yang tampak bertolak belakang ini secara bersamaan? Jawabannya terletak pada sinergi dan manajemen modal yang cerdas.