DWJ Manajement - PORTAL

FOTO: Asap Karhutla Ancam Orangutan, 21 Ekor Kena Gejala ISPA

Oleh: DWJ-Manajement 16 Sep 2026
FOTO: Asap Karhutla Ancam Orangutan, 21 Ekor Kena Gejala ISPA

Tragedi Kabut Asap: 21 Orangutan Terjangkit ISPA Akibat Karhutla, Ancaman Nyata Kepunahan Satwa Endemik

Jakarta - Kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kini bukan lagi sekadar masalah kesehatan bagi manusia. Krisis lingkungan ini telah merambah ke ranah kesehatan satwa liar, di mana orangutan, salah satu primata paling ikonik di dunia, menjadi korban langsung dari polusi udara yang ekstrem.

Laporan terbaru mengungkapkan kondisi yang mengkhawatirkan: sebanyak 21 ekor orangutan dilaporkan menunjukkan gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap pekat yang dihasilkan oleh titik-titik api di habitat mereka. Fenomena ini menjadi alarm keras bagi dunia konservasi mengenai dampak sistemik dari bencana karhutla terhadap keanekaragaman hayati Indonesia.

Dampak Fatal Asap Karhutla terhadap Kesehatan Primata

Kebakaran hutan tidak hanya menghancurkan struktur fisik hutan dan menghilangkan sumber makanan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang toksik bagi makhluk hidup di dalamnya. Partikel halus atau PM2.5 yang terkandung dalam asap karhutla memiliki kemampuan untuk menembus jauh ke dalam sistem pernapasan, termasuk pada primata seperti orangutan.

Orangutan, yang memiliki kemiripan struktur biologis dengan manusia, sangat rentan terhadap gangguan pernapasan. Ketika kabut asap menyelimuti kanopi hutan, kualitas udara menurun drastic, memaksa satwa ini menghirup partikel karbon dan zat kimia berbahaya secara terus-menerus. Hal inilah yang memicu munculnya gejala ISPA pada puluhan ekor orangutan tersebut.

Gejala yang Teramati pada Orangutan

Berdasarkan observasi tim medis dan konservasi di lapangan, gejala yang ditunjukkan oleh 21 orangutan tersebut mencakup beberapa indikasi klinis yang serius, di antaranya:

Batuk Berkelanjutan: Reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan partikel asing dari paru-paru.

Sesak Napas (Dyspnea): Kesulitan dalam mengambil oksigen yang cukup akibat peradangan saluran napas.

Peningkatan Produksi Lendir: Tubuh berusaha memerangi iritasi dengan memproduksi mukus berlebih.

Penurunan Stamina: Kelelahan ekstrem karena tubuh harus bekerja keras untuk bernapas di lingkungan yang minim oksigen bersih.