DWJ Manajement - PORTAL

FOTO: Asap Karhutla Ancam Orangutan, 21 Ekor Kena Gejala ISPA

Oleh: DWJ-Manajement 16 Sep 2026
FOTO: Asap Karhutla Ancam Orangutan, 21 Ekor Kena Gejala ISPA

Tim penyelamat dan dokter hewan yang bekerja di zona merah karhutla menghadapi tantangan yang luar biasa berat. Selain risiko kesehatan bagi personel akibat asap, akses menuju lokasi orangutan yang terdampak seringkali terhambat oleh api yang masih berkobar dan jarak pandang yang sangat terbatas.

Upaya medis yang dilakukan biasanya meliputi pemberian bantuan nutrisi tambahan dan pemantauan intensif. Dalam beberapa kasus ekstrem, evakuasi ke pusat rehabilitasi menjadi satu-satunya jalan untuk menyelamatkan nyawa satwa tersebut. Namun, proses evakuasi ini sangat berisiko, baik bagi satwa maupun bagi tim penolong.

Langkah-Langkah Mitigasi yang Diperlukan

Untuk mencegah kejadian serupa terulang dan meminimalisir dampak kerusakan pada satwa, diperlukan langkah strategis yang melibatkan berbagai pihak:

Penegakan Hukum yang Tegas: Memberikan sanksi berat bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan untuk memutus mata rantai penyebab karhutla.

Restorasi Lahan Gambut: Memastikan lahan gambut tetap basah melalui manajemen tata air yang baik agar tidak mudah terbakar.

Sistem Peringatan Dini: Memperkuat pemantauan titik panas (hotspot) agar api dapat dipadamkan sebelum menyebar luas.

Penyediaan Koridor Hijau: Memastikan satwa memiliki jalur migrasi yang aman jika satu area hutan mengalami gangguan.

Kesimpulan: Panggilan untuk Bertindak

Kasus 21 orangutan yang terjangkit ISPA adalah bukti nyata bahwa karhutla bukan sekadar isu musiman atau masalah ekonomi semata, melainkan krisis kemanusiaan dan ekologi yang mendalam. Ketika satwa endemik kita mulai menderita akibat polusi yang kita biarkan terjadi, itu adalah sinyal bahwa keseimbangan alam sedang berada di titik kritis.

Perlindungan terhadap orangutan tidak bisa dipisahkan dari perlindungan terhadap hutan itu sendiri. Tanpa upaya serius untuk menghentikan pembakaran hutan dan memperbaiki manajemen tata kelola lahan, kita tidak hanya akan kehilangan paru-paru dunia, tetapi juga kehilangan harta karun hayati yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh apa pun. Sudah saatnya semua pihak, baik pemerintah, korporasi, maupun masyarakat, bersinergi untuk memastikan asap tidak lagi menjadi pembunuh senyap bagi satwa kita.