Langkah Konkret Pemerintah Korea Selatan: Memanusiakan Teknologi
Menyadari urgensi masalah ini, pemerintah Korea Selatan tidak tinggal diam. Mereka menyadari bahwa jika tidak ada intervensi, kemajuan teknologi justru akan menjadi bumerang yang memperlebar ketimpangan sosial di masyarakat.
Beberapa langkah strategis yang telah dan sedang diimplementasikan meliputi:
Pusat Edukasi Digital Komunitas: Pemerintah membangun pusat-pusat pelatihan di tingkat lingkungan atau kelurahan. Di tempat ini, lansia diberikan pelatihan intensif mengenai cara menggunakan ponsel pintar, aplikasi perpesanan, hingga cara melakukan panggilan video untuk tetap terhubung dengan keluarga.
Program Mentor Lansia: Menggunakan pendekatan sebaya (peer-to-peer), program ini melatih lansia yang sudah lebih mahir untuk membantu sesama lansia lainnya. Hal ini dianggap lebih efektif karena bahasa dan kecepatan pengajaran yang digunakan lebih sesuai dengan ritme mereka.
Standarisasi Desain Inklusif: Mendorong sektor swasta untuk menerapkan "Universal Design" pada perangkat digital dan mesin kios. Ini mencakup penyediaan fitur perintah suara, ukuran teks yang dapat diperbesar, antarmuka yang lebih sederhana, hingga mode khusus lansia.
Dukungan Infrastruktur Digital: Memastikan bahwa layanan publik esensial tetap menyediakan opsi konvensional atau bantuan manusia agar warga yang belum melek digital tetap bisa mengakses hak-hak dasar mereka.
Pentingnya Literasi Digital dalam Ekosistem Ekonomi
Selain masalah sosial, literasi digital bagi lansia juga berkaitan erat dengan ketahanan ekonomi. Di era di mana belanja daring (e-commerce) dan perbankan digital menjadi tulang punggung ekonomi, lansia yang tidak mampu menggunakan teknologi akan kesulitan dalam mengelola keuangan mereka secara mandiri. Mereka menjadi sangat bergantung pada orang lain, yang dapat mengurangi rasa percaya diri dan kemandirian mereka di usia tua.