DWJ Manajement - PORTAL

How law firm Gilbert + Tobin governs and scales AI with OpenAI

Oleh: DWJ-Manajement 03 Sep 2026
How law firm Gilbert + Tobin governs and scales AI with OpenAI

Isolasi Data: Dengan ChatGPT Enterprise, data yang dimasukkan oleh pengacara G+T tidak digunakan oleh OpenAI untuk melatih model mereka, memastikan bahwa informasi klien tetap berada dalam lingkungan yang aman dan privat.

Kepatuhan Standar Keamanan: Implementasi ini mengikuti protokol keamanan tingkat perusahaan yang memenuhi standar kepatuhan global, yang merupakan syarat mutlak bagi firma hukum internasional.

Kontrol Administratif: Tim IT G+T memiliki kendali penuh atas bagaimana alat ini digunakan, siapa yang memiliki akses, dan bagaimana data dikelola di dalam ekosistem firma.

Selain keamanan data, tata kelola di G+T juga mencakup penetapan pedoman penggunaan yang jelas. Firma ini menetapkan aturan mengenai jenis tugas apa yang boleh dibantu oleh AI dan tugas apa yang tetap harus dilakukan secara manual untuk menjaga standar kualitas hukum yang tinggi.

Peran Codex dalam Automasi Tugas Teknis

Selain ChatGPT, integrasi Codex juga memainkan peran penting dalam mempercepat efisiensi teknis di dalam firma. Codex, yang merupakan model AI yang dioptimalkan untuk pemrograman, membantu para profesional di G+T dalam mengotomatisasi tugas-tugas berbasis kode dan manajemen data yang kompleks. Hal ini memungkinkan tim teknis dan hukum untuk bekerja lebih sinkron, mengurangi kesalahan manusia dalam manipulasi data, dan mempercepat proses dokumentasi yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam.

Prinsip Human-in-the-Loop: AI Sebagai Asisten, Manusia Sebagai Penentu

Meskipun teknologi AI sangat canggih, Gilbert + Tobin sangat menekankan prinsip human-in-the-loop (manusia dalam kendali). Mereka memahami betul risiko "halusinasi AI"—di mana model bahasa besar dapat menghasilkan informasi yang terdengar meyakinkan namun secara faktual salah.

Dalam praktik hukum, kesalahan kecil dalam kutipan kasus atau interpretasi pasal dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, G+T menetapkan kebijakan bahwa AI hanya berfungsi sebagai asisten atau "co-pilot". Setiap output yang dihasilkan oleh AI, baik itu draf kontrak, ringkasan kasus, maupun riset hukum, wajib melalui proses verifikasi dan validasi oleh pengacara manusia.

Akuntabilitas tetap berada sepenuhnya di tangan praktisi hukum. AI membantu mempercepat proses draf awal dan pengumpulan data, namun penilaian profesional, nuansa hukum, dan pengambilan keputusan strategis tetap menjadi domain eksklusif manusia. Pendekatan ini memastikan bahwa penggunaan AI meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan keandalan layanan hukum yang diberikan kepada klien.

Strategi Skalabilitas: Dari Pilot Project Menuju Implementasi Massal

Banyak organisasi terjebak dalam fase "eksperimen" di mana mereka mencoba AI dalam skala kecil namun gagal untuk mengimplementasikannya secara luas. Gilbert + Tobin menghindari jebakan ini dengan merancang strategi skalabilitas yang matang.