Indonesia Rawan Bencana, Presiden Prabowo Dorong Akselerasi Inovasi Teknologi BRIN sebagai Garda Terdepan Mitigasi
JAKARTA - Menghadapi tantangan geografis Indonesia yang berada di wilayah Ring of Fire, Presiden Prabowo Subianto memberikan penekanan khusus pada penguatan sistem mitigasi bencana nasional. Presiden menegaskan bahwa ketergantungan pada metode konvensional tidak lagi cukup untuk melindungi rakyat dari ancaman bencana alam yang kian kompleks, mulai dari gempa bumi, tsunami, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyoroti peran vital Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam mengembangkan teknologi mutakhir yang mampu memberikan peringatan dini secara akurat. Menurutnya, penguasaan teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa dan kerugian ekonomi yang masif akibat bencana.
Ancaman Geologis dan Kerentanan Wilayah Indonesia
Indonesia secara saintifik merupakan salah satu negara dengan tingkat kerentanan bencana tertinggi di dunia. Pertemuan tiga lempeng tektonik besar—Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik—menjadikan wilayah nusantara sebagai laboratorium geologi yang aktif. Hal ini menyebabkan frekuensi gempa bumi dan aktivitas vulkanik di Indonesia berada pada level yang sangat tinggi.
Selain ancaman tektonik, perubahan iklim global turut memperparah risiko bencana hidrometeorologi. Fenomena kemarau panjang yang sering melanda wilayah Sumatera dan Kalimantan, misalnya, menjadi pemicu utama kebakaran hutan yang tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga menciptakan kabut asap lintas negara yang berdampak pada kesehatan publik dan stabilitas ekonomi nasional.
Presiden Prabowo melihat bahwa pola penanganan bencana selama ini masih cenderung bersifat reaktif—artinya, tindakan baru dilakukan secara masif setelah bencana terjadi. Beliau mendorong perubahan paradigma menuju mitigasi proaktif, di mana teknologi digunakan untuk memprediksi, mendeteksi, dan memberikan peringatan sebelum dampak buruk melanda masyarakat.
BRIN dan Transformasi Teknologi Mitigasi
Untuk mewujudkan visi mitigasi berbasis teknologi tersebut, Presiden Prabowo menaruh harapan besar pada BRIN. Sebagai pusat riset nasional, BRIN diharapkan mampu mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk menciptakan sistem peringatan dini (Early Warning System) yang lebih presisi dan terjangkau.
Ada beberapa sektor teknologi kunci yang menjadi fokus utama dalam pengembangan mitigasi bencana berbasis riset: