Strategi Menghadapi Persaingan Global
Untuk menjaga agar tren positif ini tetap berlanjut hingga akhir tahun 2026, industri TPT perlu menerapkan strategi multi-dimensi. Beberapa langkah yang dinilai penting oleh para ahli antara lain:
Penguatan Hilirisasi: Tidak hanya berhenti pada produksi kain, tetapi bergerak menuju produk jadi (garment) yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Fokus pada Green Industry: Mengadopsi praktik ramah lingkungan karena konsumen global kini semakin selektif terhadap produk yang memiliki jejak karbon rendah.
Digitalisasi Rantai Pasok: Mempercepat konektivitas antara penyedia bahan baku, pabrik, hingga distributor melalui platform digital untuk efisiensi logistik.
Advokasi Kebijakan: Mendorong pemerintah untuk terus memperkuat proteksi pasar domestik melalui kebijakan tarif dan pengawasan impor yang lebih ketat.
Kesimpulan
Pertumbuhan industri tekstil dan pakaian jadi sebesar 6,36 persen pada kuartal II-2026 merupakan pencapaian yang sangat positif bagi manufaktur nasional. Keberhasilan ini merupakan buah manis dari keberanian para pelaku industri dalam melakukan investasi besar senilai Rp 2,7 triliun guna melakukan transformasi teknologi.
Meskipun demikian, pertumbuhan ini harus dibarengi dengan kewaspadaan terhadap tantangan impor dan volatilitas harga bahan baku. Dengan fokus pada modernisasi, efisiensi, dan keberlanjutan, industri TPT Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga mendominasi pasar tekstil global di masa depan.
```