DWJ Manajement - PORTAL

INET Akuisisi Perusahaan Kabel Laut, Rogoh Kocek Rp280 Miliar

Oleh: DWJ-Manajement 17 Sep 2026
INET Akuisisi Perusahaan Kabel Laut, Rogoh Kocek Rp280 Miliar

Peningkatan Kapasitas Teknis: Memiliki keahlian khusus dalam instalasi dan pemeliharaan kabel bawah laut.

Diversifikasi Pendapatan: Mengurangi ketergantungan pada satu lini bisnis dengan merambah sektor jasa konstruksi telekomunikasi.

Skalabilitas Proyek: Kemampuan untuk mengambil proyek infrastruktur skala nasional maupun internasional yang melibatkan konektivitas maritim.

Urgensi Infrastruktur Kabel Laut di Indonesia

Keputusan INET untuk merambah bisnis kabel laut sangatlah relevan dengan kondisi geografis Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, ketergantungan terhadap konektivitas serat optik bawah laut (submarine cable) menjadi harga mati untuk memastikan distribusi data yang cepat dan stabil antar pulau.

Seiring dengan meningkatnya konsumsi data dari penggunaan 5G, layanan cloud computing, hingga kebutuhan pusat data (data center) yang semakin masif, permintaan akan infrastruktur kabel laut diprediksi akan terus melonjak. Dengan menguasai 60% saham PT Sarana Global Indonesia, INET berada di posisi yang sangat strategis untuk menangkap peluang pasar yang sangat besar ini.

Kabel laut merupakan komponen kritikal dalam arsitektur internet global. Tanpa jaringan bawah laut yang mumpuni, konektivitas antar benua dan antar wilayah di Indonesia akan mengalami hambatan latensi yang tinggi. Oleh karena itu, penguasaan atas penyedia jasa kabel laut akan memberikan INET keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi oleh pemain baru di industri ini.

Dampak Strategis Terhadap Pertumbuhan Perusahaan

Para analis pasar modal melihat langkah INET sebagai upaya untuk memperkuat fundamental perusahaan dalam jangka panjang. Investasi sebesar Rp280,4 miliar merupakan angka yang cukup besar, namun jika dilihat dari proyeksi pertumbuhan industri digital, langkah ini dianggap sebagai investasi yang sangat produktif.