DWJ Manajement - PORTAL

Jadi Wamenko Perekonomian Pertama RI, Dradjad: Ekonomi Perlu Gerak Cepat

Oleh: DWJ-Manajement • 01 Oct 2026
Jadi Wamenko Perekonomian Pertama RI, Dradjad: Ekonomi Perlu Gerak Cepat

Sinergi Strategis Bersama Menko Airlangga Hartarto

Kehadiran Dradjad Hari Wibowo di jajaran kementerian koordinator bertujuan untuk memberikan dukungan teknis dan strategis kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Dengan beban kerja yang semakin kompleks, pembagian tugas antara Menko dan Wamenko diharapkan dapat menciptakan efektivitas kerja yang lebih tinggi.

Dradjad menegaskan bahwa dirinya siap menjadi mitra kerja yang solid bagi Airlangga Hartarto. Ia memahami bahwa tugas sebagai Wamenko Perekonomian pertama di Indonesia bukanlah tugas ringan, mengingat ia harus membangun fondasi struktur kerja yang selama ini belum ada sebelumnya dalam skala koordinasi yang serupa.

Pasca-pelantikan, Dradjad langsung melakukan koordinasi intensif dengan Menko Airlangga. Diskusi tersebut mencakup pembagian peran, pemetaan prioritas program kerja, hingga penyelarasan langkah-langkah jangka pendek dan jangka panjang untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Langkah Awal: Tinjau Kantor dan Pemetaan Tugas

Sebagai bentuk keseriusan dalam bekerja, Dradjad Hari Wibowo langsung melakukan peninjauan lapangan ke kantor kementerian segera setelah prosesi pelantikan usai. Agenda kunjungan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan upaya untuk memahami kondisi internal, sumber daya manusia, serta infrastruktur pendukung yang tersedia.

Dalam tinjauan tersebut, ia juga melakukan diskusi mendalam dengan jajaran pejabat eselon di bawahnya. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa seluruh instrumen koordinasi di bawah Wamenko Perekonomian siap menjalankan fungsi pengawasan dan sinkronisasi kebijakan tanpa hambatan administratif.

Tantangan Besar di Depan Mata

Meskipun semangat "gerak cepat" telah dicanangkan, Dradjad dan Airlangga Hartarto dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi yang cukup kompleks. Sebagai Wamenko Perekonomian, Dradjad harus mampu memetakan risiko dan peluang di tengah kondisi berikut:

1. Ketidakpastian Geopolitik Global

Konflik di berbagai belahan dunia dan ketegangan perdagangan antarnegara besar terus memberikan dampak langsung terhadap rantai pasok global. Hal ini dapat memengaruhi inflasi domestik, harga energi, dan stabilitas nilai tukar rupiah.

2. Dinamika Kebijakan Moneter Internasional

Kebijakan suku bunga di negara-negara maju, terutama Amerika Serikat, terus menjadi variabel yang harus diantisipasi. Pergerakan modal asing (capital flow) sangat bergantung pada bagaimana kebijakan ekonomi dalam negeri mampu memberikan kepastian dan imbal hasil yang kompetitif.

3. Transformasi Ekonomi Digital dan Hijau