DWJ Manajement - PORTAL

Kenapa Ban Pesawat Garuda Bisa Pecah Saat Take Off? Ini Pemicunya

Oleh: DWJ-Manajement 03 Sep 2026
Kenapa Ban Pesawat Garuda Bisa Pecah Saat Take Off? Ini Pemicunya

Suhu Ekstrem Akibat Gesekan: Saat pesawat meluncur di landasan pacu dengan kecepatan tinggi, terjadi gesekan hebat antara ban dan aspal. Gesekan ini menghasilkan panas yang sangat tinggi. Jika suhu meningkat melampaui ambang batas material ban, risiko pecah akan meningkat drastis.

Foreign Object Debris (FOD): Ini adalah salah satu risiko eksternal yang paling ditakuti dalam dunia aviasi. FOD adalah benda asing seperti kerikil, potongan logam, atau benda kecil lainnya yang tertinggal di landasan pacu.

Faktor Keausan (Wear and Tear): Meskipun jadwal perawatan sangat ketat, keausan pada struktur ban tetap menjadi faktor yang harus dipantau secara kontinu.

Bahaya Foreign Object Debris (FOD) di Landasan Pacu

Sebagaimana yang disinggung oleh Gatot Rahardjo mengenai risiko eksternal, Foreign Object Debris atau FOD merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan atau kerusakan teknis yang sulit diprediksi. Landasan pacu yang seharusnya bersih bisa saja terkontaminasi oleh benda-benda kecil yang terbawa angin atau sisa-sisa material dari pesawat lain sebelumnya.

Ketika pesawat melaju dengan kecepatan tinggi menuju titik lepas landas, ban akan melindas permukaan landasan dengan tekanan yang sangat besar. Jika ada benda tajam atau keras seperti kerikil yang terselip di antara ban dan landasan, benda tersebut dapat memberikan dampak seperti peluru yang menembus lapisan karet ban, memicu pecahnya ban secara seketika.

Dampak Suhu dan Tekanan pada Komponen Ban

Selain faktor eksternal, kondisi termal juga memainkan peran penting. Ban pesawat seringkali mengalami siklus pemanasan dan pendinginan yang sangat cepat. Saat take off, suhu meningkat secara eksponensial akibat gesekan kinetik. Jika terdapat masalah pada sistem pengereman atau jika beban pesawat terlalu berat (overload), panas yang dihasilkan bisa merusak integritas struktur kimia karet ban.

Tekanan udara di dalam ban juga harus sangat presisi. Udara yang ada di dalam ban pesawat bukan sekadar udara biasa, melainkan nitrogen untuk meminimalisir risiko pembakaran dan menjaga stabilitas tekanan terhadap perubahan suhu. Jika terjadi ketidakseimbangan tekanan, ban bisa mengalami deformasi yang berujung pada pecah atau blowout.