DWJ Manajement - PORTAL

KNKT Bongkar 7 Masalah Jalan Tol yang Bisa Picu Kecelakaan

Oleh: DWJ-Manajement 26 Aug 2026
KNKT Bongkar 7 Masalah Jalan Tol yang Bisa Picu Kecelakaan

Tikungan yang terlalu tajam tanpa adanya superelevasi (kemiringan jalan pada tikungan) yang cukup dapat menyebabkan kendaraan tergelincir, terutama bagi kendaraan berat dengan pusat gravitasi tinggi. Begitu pula dengan tanjakan dan turunan yang terlalu curam yang jika tidak dibarengi dengan fasilitas pengereman darurat, dapat mengakibatkan kecelakaan fatal akibat rem blong.

3. Manajemen Lalu Lintas yang Tidak Efektif

Manajemen lalu lintas mencakup pengaturan arus kendaraan, pengaturan kecepatan, hingga penanganan kemacetan. KNKT menyoroti bahwa manajemen lalu lintas yang buruk sering kali memicu perilaku pengemudi yang berbahaya.

Kurangnya pengaturan arus saat terjadi gangguan atau penyempitan lajur (bottleneck) dapat menyebabkan lonjakan kepadatan yang tiba-tiba. Ketidakmampuan operator dalam mengatur aliran kendaraan saat jam sibuk atau saat ada perbaikan jalan sering kali menciptakan situasi di mana pengemudi terpaksa melakukan manuver berbahaya untuk menghindari kemacetan, yang justru berujung pada tabrakan.

4. Kurangnya Fasilitas Keselamatan Jalan

Fasilitas keselamatan seperti guardrail (pagar pengaman), crash cushion (penahan benturan), hingga marka jalan yang jelas adalah komponen vital. KNKT mencatat adanya beberapa area di mana fasilitas keselamatan ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya atau bahkan tidak tersedia.

Pagar pengaman yang sudah tua, berkarat, atau tidak mampu menahan benturan kendaraan berat dapat membuat kendaraan meluncur keluar jalur dan masuk ke area berbahaya. Demikian pula dengan ketiadaan fasilitas pengaman di area-area rawan kecelakaan yang seharusnya menjadi standar wajib bagi pengelola tol.

5. Masalah Pencahayaan dan Visibilitas Marka Jalan

Pada malam hari, visibilitas adalah kunci keselamatan. KNKT mengidentifikasi bahwa minimnya pencahayaan di titik-titik rawan (black spot) serta marka jalan yang sudah pudar menjadi faktor penyebab kecelakaan yang signifikan.

Marka jalan yang tidak terlihat dengan jelas saat hujan atau malam hari dapat membingungkan pengemudi dalam menentukan posisi lajur, terutama dalam kecepatan tinggi. Hal ini sering kali mengakibatkan kendaraan keluar jalur atau berbenturan dengan kendaraan dari arah berlawanan.

6. Sistem Mitigasi dan Respons Darurat yang Lamban

Kecepatan penanganan saat terjadi insiden adalah pembeda antara kecelakaan kecil dan tragedi maut. KNKT menemukan bahwa sistem respons darurat di beberapa ruas tol masih belum optimal.

Keterlambatan kehadiran petugas patroli, ambulans, atau kendaraan derek saat terjadi kendala teknis di jalan tol dapat memperparah situasi. Kendaraan yang mogok di lajur cepat tanpa penanganan cepat dapat memicu kecelakaan beruntun (pile-up) karena pengemudi di belakang tidak memiliki waktu yang cukup untuk bereaksi.

7. Pemeliharaan Infrastruktur yang Tidak Berkala