Ketidakstabilan Ekonomi Digital: Isu ini dapat memicu ketidakpercayaan pelaku pasar, mulai dari pelaku e-commerce, penyedia jasa pembayaran digital, hingga sektor perbankan yang semuanya berbasis internet.
Disrupsi Komunikasi: Spekulasi yang tidak berdasar dapat menyebabkan penumpukan penggunaan data secara tidak wajar (panic buying data/credit) yang justru bisa membebani infrastruktur jaringan.
Degradasi Kepercayaan Publik: Hoaks yang terus-menerus beredar dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap keandalan pemerintah dalam mengelola infrastruktur teknologi informasi.
Komitmen Pemerintah Menjaga Infrastruktur Konektivitas
Pemerintah melalui Komdigi terus melakukan langkah-langkah strategis untuk memperkuat ketahanan digital nasional. Hal ini mencakup peningkatan kapasitas infrastruktur, pengawasan terhadap kualitas layanan penyedia jasa internet (ISP), hingga penguatan sistem keamanan siber untuk melindungi data masyarakat.
Angga Raka Prabowo menambahkan bahwa kementerian tengah bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk operator seluler dan penyedia layanan internet broadband, untuk memastikan bahwa tidak ada pemeliharaan (maintenance) besar-besaran yang bersifat mematikan koneksi secara nasional dalam rentang waktu tersebut.
Pemerintah juga menekankan bahwa setiap kegiatan pemeliharaan infrastruktur yang dilakukan oleh operator biasanya dilakukan pada jam-jam tidak sibuk (low traffic) dan bersifat lokal, bukan merupakan pemadaman massal yang berdampak pada seluruh wilayah negara. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan kehilangan akses komunikasi secara total.
Cara Menghindari dan Menyaring Berita Hoaks
Mengingat cepatnya arus informasi di media sosial, Komdigi mengimbau masyarakat untuk lebih cerdas dan kritis dalam mengonsumsi berita. Agar tidak terjebak dalam narasi palsu yang menyesatkan, berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan: