DWJ Manajement - PORTAL

Mendag Minta Tambah Anggaran Rp 1,86 T buat Bangun-Revitalisasi 200 Pasar

Oleh: DWJ-Manajement 17 Sep 2026
Mendag Minta Tambah Anggaran Rp 1,86 T buat Bangun-Revitalisasi 200 Pasar

Mendag Budi Santoso Usulkan Tambahan Anggaran Rp 1,86 Triliun: Targetkan Revitalisasi 200 Pasar Tradisional Nasional

JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melakukan langkah ambisius dalam upaya memperkuat struktur ekonomi kerakyatan di Indonesia. Dalam rencana strategis jangka menengah, Mendag secara resmi mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 1,86 triliun untuk tahun anggaran 2027 mendatang. Fokus utama dari suntikan dana jumbo ini adalah untuk melakukan pembangunan serta revitalisasi terhadap 200 pasar tradisional yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Usulan ini mencerminkan komitmen Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan untuk tidak hanya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, tetapi juga meningkatkan martabat dan daya saing pasar tradisional di tengah gempuran ritel modern yang kian masif. Revitalisasi ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat akar rumput melalui perbaikan infrastruktur perdagangan.

Urgensi Tambahan Anggaran Rp 1,86 Triliun untuk Infrastruktur Perdagangan

Pengajuan tambahan anggaran sebesar Rp 1,86 triliun ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah kebutuhan fundamental untuk mengatasi degradasi infrastruktur pasar di banyak daerah. Banyak pasar tradisional saat ini kondisinya memprihatinkan; mulai dari sistem drainase yang buruk, sirkulasi udara yang tidak memadai, hingga fasilitas sanitasi yang tidak layak. Kondisi ini seringkali membuat masyarakat enggan berbelanja di pasar tradisional.

Mendag Budi Santoso menekankan bahwa pasar tradisional harus bertransformasi. Revitalisasi yang dimaksud tidak hanya mencakup pembangunan fisik gedung, tetapi juga peningkatan standar manajemen pasar. Dengan tambahan anggaran tersebut, pemerintah berencana melakukan standarisasi pasar yang lebih modern namun tetap mempertahankan karakteristik sosial khas pasar tradisional Indonesia.

Beberapa poin utama yang menjadi fokus penggunaan anggaran tersebut meliputi:

Pembangunan fisik bangunan pasar yang lebih kokoh, aman, dan nyaman.

Perbaikan sistem sanitasi, pengelolaan limbah, dan ketersediaan air bersih.

Penyediaan infrastruktur penunjang seperti area parkir yang tertata dan akses jalan yang memadai.

Penerapan teknologi digitalisasi pasar untuk mempermudah transaksi pedagang dan pembeli.

Peningkatan fasilitas keamanan untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas di lingkungan pasar.