DWJ Manajement - PORTAL

Mendag Minta Tambah Anggaran Rp 1,86 T buat Bangun-Revitalisasi 200 Pasar

Oleh: DWJ-Manajement 17 Sep 2026
Mendag Minta Tambah Anggaran Rp 1,86 T buat Bangun-Revitalisasi 200 Pasar

Menjawab Tantangan Persaingan dengan Ritel Modern

Salah satu alasan kuat di balik usulan besar ini adalah fenomena ekspansi ritel modern (minimarket dan supermarket) yang sangat cepat hingga ke pelosok desa. Tanpa adanya revitalisasi, pasar tradisional akan semakin terpinggirkan. Masyarakat cenderung memilih ritel modern karena faktor kenyamanan, kebersihan, dan kepastian harga.

Melalui revitalisasi 200 pasar, pemerintah ingin menciptakan "level playing field" atau arena bermain yang setara. Jika pasar tradisional dikelola dengan manajemen yang bersih, tertata, dan modern, maka kepercayaan konsumen akan kembali tumbuh. Hal ini sangat krusial mengingat pasar tradisional adalah tempat utama bagi jutaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka.

Mendag berharap, dengan pasar yang lebih representatif, daya tarik pasar tradisional terhadap generasi muda atau milenial juga dapat meningkat. Modernisasi pasar bukan berarti menghilangkan budaya tawar-menawar, melainkan meningkatkan kualitas pengalaman belanja agar tetap relevan dengan gaya hidup masa kini.

Dampak Ekonomi dan Stabilitas Harga Pangan

Revitalisasi pasar memiliki korelasi langsung dengan stabilitas inflasi dan ketahanan pangan nasional. Pasar tradisional merupakan titik temu utama antara produsen (petani dan peternak) dengan konsumen akhir. Jika infrastruktur pasar buruk, proses distribusi barang bisa terhambat, yang pada akhirnya dapat memicu kenaikan harga barang kebutuhan pokok.

Dengan pasar yang lebih terorganisir, rantai pasok akan menjadi lebih efisien. Pengelolaan stok pangan di pasar akan lebih mudah dipantau oleh pemerintah, sehingga intervensi pasar jika terjadi gejolak harga dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat. Selain itu, pasar yang bersih dan sehat akan menjamin kualitas komoditas pangan yang sampai ke tangan masyarakat, sehingga aspek kesehatan konsumen juga terjaga.

Langkah Strategis Menuju Pasar Digital

Selain perbaikan fisik, Kementerian Perdagangan juga menggarisbawahi pentingnya adaptasi teknologi. Anggaran yang diusulkan juga akan menyasar pada digitalisasi ekosistem pasar. Hal ini mencakup penggunaan sistem pembayaran non-tunai (seperti QRIS) yang lebih masif di kalangan pedagang pasar tradisional.

Digitalisasi ini bertujuan untuk:

Meningkatkan transparansi keuangan bagi para pedagang.