DWJ Manajement - PORTAL

Menkomdigi Dukung Pembatasan Gadget Buat Anak di Sekolah

Oleh: DWJ-Manajement 16 Jul 2026
Menkomdigi Dukung Pembatasan Gadget Buat Anak di Sekolah

Menkomdigi Meutya Hafid Dukung Pembatasan Penggunaan Gadget di Sekolah demi Lindungi Anak dari Ancaman Digital

Jakarta – Tantangan dunia pendidikan di era digital kini tidak lagi sebatas pada kurikulum dan fasilitas belajar, melainkan juga pada bagaimana mengelola interaksi siswa dengan teknologi. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pembatasan penggunaan gadget bagi anak-anak di lingkungan sekolah.

Langkah ini dinilai sebagai upaya preventif yang krusial untuk melindungi generasi muda dari berbagai ancaman digital yang semakin kompleks. Menurut Meutya, pembatasan ini bukan bertujuan untuk menjauhkan anak dari teknologi, melainkan untuk menciptakan ruang belajar yang lebih sehat, fokus, dan aman dari pengaruh negatif dunia maya.

Urgensi Perlindungan Anak di Ruang Digital

Meutya Hafid menekankan bahwa teknologi adalah pisau bermata dua. Di satu sisi, gadget menawarkan akses tanpa batas terhadap informasi dan ilmu pengetahuan. Namun di sisi lain, jika tidak diawasi dan dibatasi, gadget dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai risiko yang mengancam tumbuh kembang anak, baik secara kognitif maupun psikologis.

Dalam berbagai kesempatan, pemerintah mencermati adanya peningkatan kasus yang melibatkan anak-anak di ranah digital. Mulai dari paparan konten tidak layak, kecanduan game online, hingga fenomena perundungan siber (cyberbullying). Oleh karena itu, pembatasan penggunaan gadget di sekolah dianggap sebagai langkah mitigasi yang paling logis untuk meminimalisir risiko tersebut selama jam pelajaran berlangsung.

“Kita ingin anak-anak bisa memanfaatkan teknologi untuk belajar, tapi kita juga harus memastikan bahwa teknologi tidak mendistorsi interaksi sosial mereka dan tidak mengekspos mereka pada bahaya yang belum mampu mereka filter sendiri,” ujar Meutya dalam sebuah pernyataan resmi terkait arah kebijakan digital nasional.

Ancaman Nyata di Balik Layar Gadget

Pembatasan ini didasarkan pada fakta lapangan mengenai berbagai dampak negatif yang mulai terlihat pada perilaku siswa di sekolah. Beberapa ancaman utama yang menjadi perhatian Kementerian Komunikasi dan Digital antara lain:

Cyberbullying: Penggunaan gadget yang tidak terkontrol di sekolah dapat memicu aksi perundungan antar siswa melalui media sosial atau aplikasi pesan singkat, yang seringkali terjadi secara tersembunyi dari pengawasan guru.