DWJ Manajement - PORTAL

Mentan Ungkap Untung Penggilingan Beras Rp 2 Triliun/Bulan Tak Wajar

Oleh: DWJ-Manajement 30 Jul 2026
Mentan Ungkap Untung Penggilingan Beras Rp 2 Triliun/Bulan Tak Wajar

Mentan Amran Sulaiman Bongkar Anomali Tata Niaga Beras: Keuntungan Penggilingan Rp 2 Triliun per Bulan Dinilai Tak Wajar

Kementerian Pertanian temukan indikasi ketimpangan distribusi keuntungan yang mencolok antara sektor penggilingan besar dengan kesejahteraan petani di lapangan.

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara mengejutkan mengungkap adanya anomali besar dalam tata niaga beras nasional. Berdasarkan hasil analisis mendalam yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian, ditemukan fakta bahwa sektor penggilingan beras mencatatkan keuntungan yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp 2 triliun per bulan.

Angka ini dinilai tidak wajar dan menciptakan ketimpangan ekonomi yang sangat lebar dalam rantai pasok pangan nasional. Amran menekankan bahwa besarnya margin keuntungan di tingkat penggilingan tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan petani sebagai produsen utama beras. Kondisi ini memicu pertanyaan besar mengenai efisiensi distribusi dan keadilan dalam tata niaga pangan di Indonesia.

Anomali di Tengah Jeritan Petani

Pernyataan Mentan Amran Sulaiman ini muncul di tengah keluhan para petani yang seringkali menghadapi fluktuasi harga gabah yang tidak menguntungkan. Meskipun harga beras di tingkat konsumen cenderung stabil atau bahkan mengalami kenaikan, harga di tingkat petani seringkali tertahan di level yang rendah.

Analisis Kementerian Pertanian menunjukkan adanya "celah" yang sangat lebar antara biaya produksi yang dikeluarkan petani dengan harga jual akhir di pasar. Keuntungan Rp 2 triliun per bulan yang dikantongi oleh para pemain penggilingan besar mengindikasikan bahwa sebagian besar nilai tambah (value added) dari komoditas beras terserap di tengah rantai pasok, bukan kembali ke tangan petani.

Fenomena ini bukan sekadar masalah angka ekonomi, melainkan masalah keadilan sosial. Ketika sektor penggilingan meraup untung berlimpah, kesejahteraan petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan justru seringkali terabaikan. Hal ini menciptakan pola ketergantungan dan kerentanan bagi petani kecil yang tidak memiliki daya tawar tinggi saat menghadapi tengkulak maupun penggilingan besar.

Bedah Data Tata Niaga Beras: Mengapa Rp 2 Triliun Dianggap Tak Wajar?

Dalam paparannya, Amran menjelaskan bahwa angka Rp 2 triliun tersebut bukanlah hasil spekulasi, melainkan hasil dari penelusuran data tata niaga yang dilakukan secara sistematis. Keuntungan yang dianggap "tidak wajar" ini didasarkan pada perbandingan antara margin keuntungan industri penggilingan dengan kenaikan pendapatan sektor hulu (pertanian).

Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan margin keuntungan di tingkat penggilingan menjadi sangat mencolok: