Beberapa faktor yang menyebabkan keluarga masih bertahan di pengungsian antara lain:
Kerusakan Hunian: Banyak rumah warga yang mengalami retak struktural atau kerusakan berat sehingga tidak layak huni.
Kebutuhan Logistik: Di pengungsian, distribusi bantuan makanan dan air bersih masih menjadi fokus utama, sehingga warga merasa lebih aman berada di dekat posko bantuan.
Kesehatan dan Sanitasi: Kekhawatiran akan munculnya penyakit pascabencana membuat keluarga memilih tetap dalam pengawasan tim kesehatan di area pengungsian.
Dukungan Sosial: Keberadaan sesama pengungsi memberikan rasa aman secara psikologis dibandingkan harus tinggal di rumah yang terasa "asing" pascagempa.
Ancaman Krisis Ekonomi di Sektor Perikanan
Berhentinya aktivitas melaut ini membawa dampak domino yang sangat serius bagi perekonomian lokal di Nagekeo. Nelayan adalah mata rantai utama dalam rantai pasok pangan laut di wilayah tersebut. Ketika nelayan berhenti melaut, seluruh ekosistem ekonomi di sekitarnya ikut lumpuh.
Para pedagang ikan di pasar tradisional kini mengeluhkan minimnya pasokan. Harga ikan di pasar-pasar lokal mulai mengalami fluktuasi yang tidak menentu akibat langkanya stok. Hal ini tentu membebani masyarakat luas, terutama bagi mereka yang sangat bergantung pada protein ikan sebagai sumber nutrisi utama.
Tidak hanya nelayan, para penyedia jasa pendukung seperti pengolah ikan, pedagang es balok, hingga penyedia bahan bakar solar untuk perahu juga ikut merasakan dampak penurunan pendapatan yang drastis. Berikut adalah gambaran dampak ekonomi yang terjadi: