Penurunan Pendapatan Rumah Tangga: Nelayan kehilangan penghasilan harian yang selama ini digunakan untuk kebutuhan pokok.
Kelangkaan Pasokan Protein: Masyarakat kesulitan mendapatkan ikan segar dengan harga terjangkau.
Efek Domino pada UMKM: Pengolah ikan kering dan kerupuk ikan kehilangan bahan baku utama mereka.
Peningkatan Angka Kemiskinan: Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, risiko kemiskinan ekstrem di wilayah pesisir akan meningkat secara signifikan.
Upaya Pemulihan yang Dibutuhkan
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan tidak hanya fokus pada bantuan darurat berupa logistik pangan, tetapi juga mulai memikirkan strategi pemulihan ekonomi bagi sektor perikanan. Pemulihan trauma (trauma healing) bagi para nelayan menjadi sangat mendesak agar mereka memiliki keberanian secara psikologis untuk kembali ke laut.
Selain itu, bantuan stimulan berupa modal kerja atau perbaikan alat tangkap yang mungkin rusak akibat bencana juga diperlukan untuk mempercepat kembalinya roda ekonomi. Sinergi antara pemantauan aktivitas seismik yang akurat dari BMKG dan bantuan sosial dari pemerintah akan menjadi kunci utama bagi warga Nagekeo untuk bangkit dari keterpurukan ini.
Kesimpulan
Situasi yang dialami nelayan di Nagekeo merupakan potret nyata betapa rapuhnya ketahanan ekonomi masyarakat pesisir terhadap bencana alam. Kombinasi antara trauma akan gempa susulan dan kondisi keluarga yang masih mengungsi telah menciptakan kebuntuan ekonomi yang serius. Tanpa adanya intervensi yang tepat, baik dari sisi pemulihan psikologis maupun dukungan finansial, pemulihan ekonomi di wilayah pesisir Nagekeo akan memakan waktu yang jauh lebih lama. Masyarakat kini hanya bisa menanti kepastian alam dan bantuan pemerintah agar mereka dapat kembali menjemput rezeki di tengah samudera.