Di sisi lain, para pembeli juga menghadapi dilema yang serupa. Di satu sisi, mereka sangat membutuhkan Pasar Sukapura karena harga kebutuhan pokok di sini jauh lebih kompetitif dibandingkan ritel modern. Di sisi lain, rasa tidak nyaman saat berbelanja sangat terasa.
"Kadang takut kalau jalan di lantai yang retak, apalagi kalau sedang ramai-ramainya. Kalau hujan, ya waswas atapnya bocor atau ada bagian yang jatuh," ungkap seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja kebutuhan dapur.
Kenyamanan pembeli sangat berpengaruh pada lama waktu mereka berada di pasar dan volume belanja mereka. Jika kondisi pasar terus memburuk, dikhawatirkan para pembeli akan mulai beralih ke tempat lain, yang pada akhirnya akan memukul ekonomi para pedagang kecil di Pasar Sukapura.
Urgensi Renovasi demi Keselamatan dan Keberlanjutan Ekonomi
Melihat kondisi yang kian memprihatinkan, diperlukan langkah nyata dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun instansi terkait untuk melakukan revitalisasi atau setidaknya perbaikan darurat pada Pasar Sukapura. Revitalisasi pasar tradisional bukan hanya soal mempercantik bangunan, tetapi soal meningkatkan standar kesehatan dan keselamatan publik.
Pasar yang layak akan mampu menarik lebih banyak pengunjung, meningkatkan omzet pedagang, dan yang terpenting, menjamin keamanan jiwa masyarakat. Modernisasi pasar tradisional tidak harus menghilangkan jiwa "pasar" itu sendiri, melainkan memperkuatnya dengan fasilitas yang memadai seperti drainase yang baik, pencahayaan yang cukup, dan struktur bangunan yang kokoh.
Penanganan masalah ini tidak bisa ditunda lagi. Mengingat kepadatan aktivitas di Cilincing, Pasar Sukapura adalah aset ekonomi yang sangat berharga. Membiarkan pasar ini dalam kondisi rusak sama saja dengan membiarkan urat nadi ekonomi warga terancam putus.
Kesimpulan
Pasar Sukapura adalah simbol ketangguhan ekonomi rakyat di tengah keterbatasan infrastruktur. Meskipun aktivitas jual beli tetap berjalan dinamis, kondisi bangunan yang memprihatinkan tidak boleh dibiarkan menjadi hal yang dianggap lumrah. Kerusakan fisik seperti atap bocor, lantai rusak, dan sanitasi buruk adalah ancaman nyata bagi keselamatan pedagang dan pembeli. Diperlukan intervensi cepat dari pemerintah melalui renovasi yang menyeluruh agar pasar tradisional ini dapat terus menjalankan fungsinya sebagai penopang ekonomi masyarakat secara aman, nyaman, dan berkelanjutan.