Ambisi Ekonomi Tumbuh 8 Persen: Apindo Ingatkan Sektor Manufaktur Tak Boleh Loyo
Kontribusi sektor pengolahan harus mencapai 25-30 persen terhadap PDB untuk memastikan target pertumbuhan tinggi tercapai secara berkelanjutan.
Pemerintah Indonesia tengah menyusun langkah strategis untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang ambisius, yakni sebesar 8 persen. Target ini dipandang sebagai kunci untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap) dan membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada tahun 2045. Namun, ambisi besar ini bukan tanpa tantangan. Salah satu pilar utama yang menjadi sorotan tajam adalah performa sektor manufaktur atau industri pengolahan.
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memberikan peringatan keras bahwa target pertumbuhan 8 persen mustahil tercapai jika sektor manufaktur tidak menunjukkan taringnya. Menurut Apindo, sektor manufaktur tidak boleh dibiarkan "loyo" atau stagnan. Sebaliknya, sektor ini harus direvitalisasi agar mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Logika Ekonomi: Mengapa Manufaktur Adalah Kunci?
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi membutuhkan penggerak (engine of growth) yang kuat. Dalam struktur ekonomi modern, sektor manufaktur memiliki peran unik yang tidak dimiliki oleh sektor jasa atau komoditas mentah. Manufaktur memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang sangat luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja dalam skala besar hingga pengembangan rantai pasok domestik.
Apindo menegaskan bahwa jika pemerintah ingin melihat angka pertumbuhan di level 8 persen, maka komposisi ekonomi harus bergeser dari ketergantungan pada konsumsi rumah tangga dan ekspor komoditas mentah menuju ekonomi berbasis produksi. Sektor manufaktur adalah sektor yang mampu mengubah bahan mentah menjadi barang bernilai tambah tinggi, yang pada akhirnya akan memperkuat neraca perdagangan negara.
Target Kontribusi PDB: Angka 25-30 Persen sebagai Standar Mutlak
Salah satu poin krusial yang disampaikan oleh Apindo adalah mengenai besaran kontribusi manufaktur terhadap PDB. Saat ini, kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB Indonesia menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, di mana terjadi gejala deindustrialisasi dini. Untuk mencapai target pertumbuhan 8 persen, Apindo menekankan bahwa kontribusi sektor manufaktur harus dipacu hingga mencapai rentang 25 persen hingga 30 persen dari total PDB.
Mengapa angka ini menjadi sangat penting? Berikut adalah beberapa alasannya:
Stabilitas Ekonomi: Sektor manufaktur cenderung lebih stabil terhadap fluktuasi harga komoditas global dibandingkan dengan sektor pertambangan.