Peningkatan Agilitas Pengambilan Keputusan: Struktur yang lebih ramping memungkinkan birokrasi yang lebih pendek. Hal ini sangat krusial agar Telkom dapat bergerak cepat dalam meluncurkan produk atau merespons pergerakan kompetitor di ranah digital.
Fokus pada Core Business: Streamlining memungkinkan manajemen untuk lebih fokus pada pilar-pilar utama pertumbuhan, yaitu konektivitas digital, data center, dan layanan digital lainnya.
Skalabilitas Bisnis: Dengan struktur yang lebih terintegrasi, Telkom akan lebih mudah melakukan ekspansi atau integrasi layanan baru ke dalam ekosistem digitalnya tanpa terhambat oleh kompleksitas struktur lama.
Menyelaraskan Struktur dengan Strategi "Five Bold Moves"
Langkah perampingan ini juga sejalan dengan strategi besar Telkom yang dikenal dengan istilah "Five Bold Moves" (FBB). Strategi ini dirancang untuk membagi bisnis Telkom ke dalam beberapa segmen strategis yang lebih spesifik dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Melalui FBB, Telkom berupaya memisahkan antara bisnis infrastruktur (InfraCo), bisnis layanan digital (ServiceCo), dan bisnis konektivitas untuk memastikan setiap unit dapat bekerja secara optimal pada keahliannya masing-masing.
Dengan tuntasnya streamlining 10 entitas tersebut, Telkom kini memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk menjalankan segmen-segmen tersebut. Integrasi ini diharapkan dapat menutup celah-celah layanan yang selama ini mungkin terfragmentasi di antara anak-anak perusahaan yang berbeda, sehingga pelanggan dapat merasakan pengalaman layanan yang lebih seamless dan terintegrasi.
Transformasi Menuju Digital Telco yang Berkelanjutan
Transformasi yang dilakukan Telkom bukan sekadar tentang efisiensi biaya, melainkan tentang perubahan mindset dan model bisnis. Perusahaan sedang bertransisi dari model bisnis tradisional yang berbasis pada volume trafik telekomunikasi menuju model bisnis berbasis data dan platform. Di era ekonomi digital, data adalah aset yang sangat berharga, dan kemampuan untuk mengelola data tersebut secara efisien adalah pembeda utama antara perusahaan yang bertahan dan yang tertinggal.