Survei Geokimia: Menganalisis komposisi kimia dari sampel air atau gas yang keluar ke permukaan guna memperkirakan suhu dan karakteristik reservoir.
2. Tahap Pengeboran Eksplorasi (Exploration Drilling)
Setelah data survei menunjukkan potensi yang menjanjikan, langkah selanjutnya adalah melakukan pengeboran sumur eksplorasi. Ini adalah fase yang paling krusial dan memerlukan investasi modal yang besar. Tujuan dari pengeboran ini adalah untuk:
Mengambil sampel fluida secara langsung dari kedalaman reservoir.
Mengukur tekanan dan temperatur uap atau air panas di bawah tanah.
Menentukan kapasitas produksi uap yang dapat digunakan untuk menggerakkan turbin.
Jika hasil pengeboran menunjukkan bahwa uap yang dihasilkan memenuhi standar teknis dan ekonomis, maka proyek dapat berlanjut ke tahap pengembangan.
3. Tahap Pengembangan dan Konstruksi (Development & Construction)
Setelah cadangan terbukti (proven reserves), tahap selanjutnya adalah pembangunan infrastruktur secara masif. Tahapan ini mencakup:
Pembangunan Sumur Produksi dan Injeksi: Membuat sumur-sumur yang akan menyedot uap ke pembangkit dan sumur injeksi untuk mengembalikan sisa fluida ke dalam tanah guna menjaga keberlanjutan reservoir.
Pembangunan Power Plant: Konstruksi gedung pembangkit, instalasi turbin, generator, serta sistem kondensor.