Fokus pada Core Business: Meninggalkan lini bisnis yang tidak produktif dan kembali fokus pada sektor inti yang memberikan nilai tambah tinggi.
Pertamina: Pilar Energi yang Kian Tangguh
Salah satu nama besar yang disebut oleh Presiden dalam skema keberhasilan ini adalah PT Pertamina (Persero). Sebagai raksasa energi nasional, Pertamina telah membuktikan bahwa meskipun berada di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia yang tidak menentu, perusahaan mampu menjaga stabilitas laba.
Keberhasilan Pertamina bukan hanya soal menjual BBM, melainkan kemampuan perusahaan dalam mengelola rantai pasok dari hulu ke hilir secara terintegrasi. Investasi pada sektor eksplorasi dan pengembangan infrastruktur energi terbarukan juga menjadi kunci agar perusahaan tetap relevan di masa depan. Dengan performa yang kuat, Pertamina berperan vital dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memberikan kontribusi dividen yang besar bagi APBN.
Pegadaian: Inklusi Keuangan yang Menguntungkan
Selain sektor energi, sektor jasa keuangan juga mencatatkan prestasi gemilang. Presiden menyoroti PT Pegadaian sebagai contoh nyata BUMN yang berhasil bertransformasi. Dahulu, Pegadaian mungkin hanya dipandang sebagai tempat gadai konvensional, namun kini ia telah berevolusi menjadi pemain kunci dalam ekosistem keuangan digital.
Melalui berbagai inovasi produk dan layanan digital, Pegadaian berhasil menjangkau segmen pasar yang lebih luas, terutama generasi muda dan pelaku UMKM. Hal ini tidak hanya meningkatkan profitabilitas perusahaan, tetapi juga menjalankan fungsi sosial negara dalam mendorong inklusi keuangan di seluruh pelosok Indonesia. Keberhasilan Pegadaian membuktikan bahwa BUMN mampu bergerak lincah mengikuti perkembangan zaman.
Tantangan ke Depan: Menjaga Keberlanjutan dan Profitabilitas
Meskipun capaian ini patut diapresiasi, Presiden Prabowo juga memberikan peringatan agar keberhasilan ini tidak membuat BUMN terlena. Tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, seperti ketegangan geopolitik, perubahan iklim, dan transisi energi, menuntut BUMN untuk terus beradaptasi.
Ada dua peran besar yang harus dijalankan secara seimbang oleh BUMN, yakni sebagai agen pembangunan (agent of development) dan sebagai entitas bisnis yang mengejar keuntungan (profit oriented). Seringkali, tugas untuk menjalankan penugasan pemerintah (Public Service Obligation/PSO) dapat menekan margin laba perusahaan.
Oleh karena itu, Presiden menekankan pentingnya: