DWJ Manajement - PORTAL

Prabowo Beberkan BUMN Untung, Ada Pertamina hingga Pegadaian

Oleh: DWJ-Manajement 18 Sep 2026
Prabowo Beberkan BUMN Untung, Ada Pertamina hingga Pegadaian

Prabowo Beberkan Transformasi BUMN: Dari Rugi Jadi Untung, Pertamina hingga Pegadaian Jadi Bukti Nyata

Presiden Prabowo Subianto menyoroti keberhasilan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam membalikkan keadaan finansial melalui transformasi manajemen dan efisiensi operasional yang masif.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan apresiasi sekaligus catatan penting terhadap perkembangan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di tanah air. Dalam keterangannya baru-baru ini, Presiden mengungkapkan sebuah fakta positif mengenai tren performa keuangan sejumlah perusahaan negara yang berhasil melakukan transformasi besar-besaran.

Prabowo menyebutkan bahwa sejumlah BUMN yang sebelumnya terpuruk dalam kerugian finansial, kini berhasil melakukan "turnaround" atau pembalikan keadaan menjadi perusahaan yang mencetak laba signifikan. Fenomena ini, menurutnya, merupakan hasil dari perbaikan tata kelola, efisiensi biaya, serta fokus pada sektor-sektor strategis yang memiliki daya saing tinggi.

Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi perekonomian nasional, mengingat BUMN merupakan salah satu tulang punggung pendapatan negara melalui setoran dividen ke kas negara. Dengan kondisi keuangan yang sehat, BUMN diharapkan tidak hanya mampu menghidupi dirinya sendiri, tetapi juga memiliki kapasitas lebih besar untuk mendanai proyek-proyek strategis nasional.

Transformasi Perusahaan Negara: Mengubah Kerugian Menjadi Laba

Perjalanan BUMN dalam beberapa tahun terakhir memang tidak mudah. Banyak perusahaan plat merah yang sempat dihantam badai utang, inefisiensi birokrasi, hingga masalah tata kelola yang mengakibatkan kinerja keuangan terus merosot. Namun, Presiden Prabowo menekankan bahwa momentum perubahan telah terjadi.

Transformasi yang dimaksud bukan sekadar mengganti angka di laporan keuangan, melainkan perubahan fundamental dalam budaya kerja dan model bisnis. Pemerintah melalui Kementerian BUMN telah mendorong agar perusahaan negara tidak lagi bergaya sebagai "birokrat", melainkan sebagai entitas bisnis profesional yang kompetitif di pasar global.

Beberapa faktor kunci yang mendorong keberhasilan pembalikan arus kas ini antara lain:

Profesionalisme Manajemen: Penempatan jajaran direksi dan komisaris yang berbasis pada kompetensi dan rekam jejak, bukan sekadar penunjukan politis.

Digitalisasi Operasional: Penggunaan teknologi untuk memangkas biaya operasional yang tidak perlu dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Restrukturisasi Utang: Langkah-langkah strategis dalam mengelola kewajiban keuangan agar tidak membebani arus kas perusahaan.

Fokus pada Core Business: Meninggalkan lini bisnis yang tidak produktif dan kembali fokus pada sektor inti yang memberikan nilai tambah tinggi.

Pertamina: Pilar Energi yang Kian Tangguh

Salah satu nama besar yang disebut oleh Presiden dalam skema keberhasilan ini adalah PT Pertamina (Persero). Sebagai raksasa energi nasional, Pertamina telah membuktikan bahwa meskipun berada di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia yang tidak menentu, perusahaan mampu menjaga stabilitas laba.

Keberhasilan Pertamina bukan hanya soal menjual BBM, melainkan kemampuan perusahaan dalam mengelola rantai pasok dari hulu ke hilir secara terintegrasi. Investasi pada sektor eksplorasi dan pengembangan infrastruktur energi terbarukan juga menjadi kunci agar perusahaan tetap relevan di masa depan. Dengan performa yang kuat, Pertamina berperan vital dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memberikan kontribusi dividen yang besar bagi APBN.

Pegadaian: Inklusi Keuangan yang Menguntungkan

Selain sektor energi, sektor jasa keuangan juga mencatatkan prestasi gemilang. Presiden menyoroti PT Pegadaian sebagai contoh nyata BUMN yang berhasil bertransformasi. Dahulu, Pegadaian mungkin hanya dipandang sebagai tempat gadai konvensional, namun kini ia telah berevolusi menjadi pemain kunci dalam ekosistem keuangan digital.

Melalui berbagai inovasi produk dan layanan digital, Pegadaian berhasil menjangkau segmen pasar yang lebih luas, terutama generasi muda dan pelaku UMKM. Hal ini tidak hanya meningkatkan profitabilitas perusahaan, tetapi juga menjalankan fungsi sosial negara dalam mendorong inklusi keuangan di seluruh pelosok Indonesia. Keberhasilan Pegadaian membuktikan bahwa BUMN mampu bergerak lincah mengikuti perkembangan zaman.

Tantangan ke Depan: Menjaga Keberlanjutan dan Profitabilitas

Meskipun capaian ini patut diapresiasi, Presiden Prabowo juga memberikan peringatan agar keberhasilan ini tidak membuat BUMN terlena. Tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, seperti ketegangan geopolitik, perubahan iklim, dan transisi energi, menuntut BUMN untuk terus beradaptasi.

Ada dua peran besar yang harus dijalankan secara seimbang oleh BUMN, yakni sebagai agen pembangunan (agent of development) dan sebagai entitas bisnis yang mengejar keuntungan (profit oriented). Seringkali, tugas untuk menjalankan penugasan pemerintah (Public Service Obligation/PSO) dapat menekan margin laba perusahaan.

Oleh karena itu, Presiden menekankan pentingnya:

Good Corporate Governance (GCG): Penguatan transparansi dan akuntabilitas untuk mencegah praktik korupsi yang dapat merusak kinerja keuangan.

Inovasi Berkelanjutan: Terus melakukan riset dan pengembangan agar produk dan layanan BUMN tetap unggul di pasar domestik maupun internasional.

Sinergi Antar-BUMN: Menghilangkan ego sektoral agar antar-perusahaan negara dapat berkolaborasi menciptakan ekosistem industri yang kuat.

Presiden juga mengingatkan bahwa efisiensi tidak boleh mengorbankan kualitas pelayanan publik. BUMN harus tetap hadir saat masyarakat membutuhkan, terutama dalam penyediaan kebutuhan pokok, energi, dan layanan keuangan dasar, tanpa harus mengabaikan kesehatan neraca keuangan perusahaan.

Peran BUMN dalam Visi Ekonomi Nasional

Dalam visi besar pemerintah ke depan, BUMN diposisikan sebagai motor penggerak utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi. Dengan kondisi keuangan yang sudah mulai membaik, BUMN diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan sektor swasta dan UMKM.

Keuntungan yang diraih oleh BUMN seperti Pertamina dan Pegadaian akan kembali ke rakyat melalui dua jalur utama: pertama, melalui dividen yang memperkuat anggaran negara untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan; kedua, melalui investasi langsung BUMN pada proyek-proyek strategis yang menciptakan lapangan kerja baru.

Presiden Prabowo berharap tren positif ini terus berlanjut dan merata ke seluruh sektor BUMN, tidak hanya terbatas pada perusahaan-perusahaan raksasa saja. Transformasi harus menyentuh seluruh lapisan perusahaan negara, termasuk BUMN skala menengah, agar kekuatan ekonomi nasional semakin solid.

Kesimpulan

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai keberhasilan sejumlah BUMN dalam membalikkan kerugian menjadi keuntungan merupakan sinyal positif bagi stabilitas ekonomi Indonesia. Transformasi yang dilakukan oleh perusahaan seperti Pertamina dan Pegadaian menjadi bukti bahwa dengan manajemen profesional, digitalisasi, dan tata kelola yang baik, BUMN mampu menjadi kekuatan ekonomi yang disegani. Namun, tantangan ke depan menuntut BUMN untuk tetap waspada, inovatif, dan mampu menyeimbangkan antara mandat layanan publik dengan tuntutan profitabilitas demi kemajuan bangsa.

Menampilkan Seluruh Artikel