DWJ Manajement - PORTAL

Prabowo Mau RI Bikin Bensin dari Batu Bara

Oleh: DWJ-Manajement 20 Sep 2026
Prabowo Mau RI Bikin Bensin dari Batu Bara

Peningkatan Nilai Tambah: Menggeser posisi Indonesia dari sekadar eksportir bahan mentah menjadi produsen produk energi turunan yang bernilai tinggi.

Ketahanan Energi Nasional: Memastikan pasokan energi untuk transportasi tetap terjaga meski terjadi krisis energi global.

Mengenal Teknologi Coal-to-Liquid (CTL)

Secara teknis, proses pengubahan batu bara menjadi bahan bakar cair dikenal dengan istilah Coal-to-Liquid (CTL). Teknologi ini melibatkan proses termokimia kompleks untuk memecah molekul karbon dalam batu bara menjadi rantai hidrokarbon yang dapat digunakan sebagai bahan bakar cair.

Proses CTL umumnya melibatkan beberapa tahapan utama, seperti gasifikasi, di mana batu bara bereaksi dengan oksigen dan uap air untuk menghasilkan gas sintesis (syngas). Syngas ini kemudian diproses melalui sintesis Fischer-Tropsch untuk menghasilkan produk cair seperti diesel, bensin, hingga bahan bakar pesawat terbang (avtur).

Meskipun teknologi ini membutuhkan investasi modal yang sangat besar di awal (high capital expenditure), namun dalam jangka panjang, efisiensi ekonomi yang dihasilkan dari ketersediaan bahan baku yang murah dan melimpah di Indonesia dapat menjadikannya sangat kompetitif dibandingkan dengan pengolahan minyak konvensional.

Tantangan Implementasi: Lingkungan dan Investasi

Meski menawarkan prospek yang menggiurkan bagi kedaulatan energi, rencana Prabowo ini bukan tanpa tantangan. Para pengamat energi dan aktivis lingkungan telah menyoroti beberapa poin krusial yang perlu diselesaikan pemerintah sebelum proyek skala besar ini dijalankan secara masif.

1. Isu Emisi dan Keberlanjutan Lingkungan

Batu bara selama ini dikenal sebagai bahan bakar fosil yang memiliki jejak karbon tinggi. Penggunaan teknologi CTL memang menghasilkan produk cair, namun proses produksinya tetap menghasilkan emisi CO2 yang signifikan. Di tengah komitmen global Indonesia terhadap Net Zero Emission (NZE), pemerintah harus mampu mengintegrasikan teknologi penangkapan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS) agar produksi bensin berbasis batu bara ini tetap sejalan dengan target iklim dunia.