DWJ Manajement - PORTAL

Prabowo Mau RI Bikin Bensin dari Batu Bara

Oleh: DWJ-Manajement 20 Sep 2026
Prabowo Mau RI Bikin Bensin dari Batu Bara

2. Kebutuhan Investasi yang Masif

Pembangunan kilang berbasis CTL memerlukan teknologi tingkat tinggi dan pendanaan yang sangat besar. Hal ini menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Pertamina, serta investor swasta maupun mitra strategis internasional. Tanpa skema pembiayaan yang kuat, proyek ini berisiko mengalami hambatan di tahap eksekusi.

3. Persiapan Infrastruktur dan SDM

Transformasi dari industri penambangan menuju industri pengolahan energi cair memerlukan kesiapan infrastruktur distribusi yang berbeda. Selain itu, dibutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal yang memiliki keahlian di bidang teknik kimia dan pengolahan gas tingkat lanjut agar operasional industri ini dapat dikuasai sepenuhnya oleh anak bangsa.

Menuju Kemandirian Energi yang Pragmatis

Langkah yang diambil oleh Prabowo dapat dilihat sebagai bentuk pragmatisme ekonomi. Di satu sisi, Indonesia berkomitmen pada transisi energi hijau, namun di sisi lain, kebutuhan akan energi yang murah, stabil, dan tersedia secara lokal tetap menjadi prioritas utama untuk menggerakkan roda ekonomi nasional yang sedang berkembang.

Hilirisasi batu bara menjadi bensin merupakan jembatan (bridge fuel) yang masuk akal. Sebelum Indonesia benar-benar siap sepenuhnya beralih ke energi terbarukan seperti surya, angin, atau panas bumi secara total, penggunaan teknologi CTL dapat menjadi solusi transisi untuk menjaga ketahanan energi nasional agar tetap kokoh.

Pemerintah nantinya perlu menyusun peta jalan (roadmap) yang jelas, mulai dari studi kelayakan, regulasi yang mendukung investasi, hingga mitigasi dampak lingkungan. Jika berhasil, Indonesia tidak hanya akan menjadi pemain utama dalam pasar batu bara global, tetapi juga menjadi negara yang mandiri secara energi, tanpa harus terus-menerus membebani APBN untuk subsidi impor BBM.

Kesimpulan

Gagasan Prabowo Subianto untuk memproduksi bensin dari batu bara merupakan langkah strategis yang berani untuk memperkuat kedaulatan energi Indonesia. Melalui teknologi Coal-to-Liquid (CTL), Indonesia berpeluang besar memanfaatkan kekayaan sumber daya domestik untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah. Meski dihadapkan pada tantangan besar terkait investasi tinggi dan isu lingkungan, kebijakan hilirisasi ini jika dikelola dengan teknologi ramah lingkungan dan manajemen yang tepat, dapat menjadi fondasi kuat bagi kemandirian ekonomi dan energi nasional di masa depan.