DWJ Manajement - PORTAL

Prabowo Mau Tekan Kemiskinan Jadi 6% Tahun Depan

Oleh: DWJ-Manajement 14 Aug 2026
Prabowo Mau Tekan Kemiskinan Jadi 6% Tahun Depan

Program Makan Bergizi Gratis: Implementasi program nutrisi nasional yang diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui serapan hasil tani dan peternak rakyat.

Penciptaan Lapangan Kerja Masif: Melalui hilirisasi industri dan dukungan terhadap sektor UMKM agar mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Optimalisasi Perlindungan Sosial: Memastikan bantuan sosial (bansos) dikelola secara digital dan transparan agar tidak terjadi kebocoran dan benar-benar menjangkau masyarakat yang berhak.

Peningkatan Infrastruktur Perdesaan: Membuka akses konektivitas di daerah tertinggal untuk mempercepat perputaran ekonomi di tingkat akar rumput.

Hilirisasi dan Kemandirian Ekonomi sebagai Mesin Penggerak

Salah satu kunci yang ditekankan oleh Presiden Prabowo adalah kemandirian ekonomi. Beliau meyakini bahwa kemiskinan hanya bisa diatasi secara permanen jika Indonesia tidak lagi bergantung pada komoditas mentah, melainkan sudah memiliki nilai tambah melalui industri manufaktur.

Hilirisasi yang telah dimulai pada era sebelumnya akan terus diperluas ke berbagai sektor, tidak hanya nikel, tetapi juga sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan. Dengan hilirisasi, nilai ekonomi yang dihasilkan akan jauh lebih besar, menciptakan lapangan kerja berkualitas tinggi, dan memberikan pendapatan negara yang lebih kuat untuk membiayai program-program kesejahteraan sosial.

Selain itu, penguatan sektor UMKM juga menjadi fokus. UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia yang paling tangguh dalam menghadapi krisis. Dengan memberikan akses permodalan yang lebih mudah dan pendampingan teknologi, pemerintah berharap jutaan pelaku usaha kecil dapat naik kelas dan keluar dari garis kemiskinan.

Tantangan Realistis di Lapangan

Meskipun target 6 persen terlihat jelas di atas kertas, realita di lapangan menunjukkan adanya berbagai tantangan yang harus diantisipasi oleh tim ekonomi pemerintah. Beberapa faktor risiko yang dapat menghambat pencapaian target ini antara lain:

Geopolitik Global: Konflik antarnegara yang dapat memicu kenaikan harga energi dan pangan dunia (food and energy security).