Mempercepat Pertumbuhan Pasar: Semakin mudah akses kredit, semakin cepat volume penjualan meningkat, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan industri manufaktur lokal.
Menurunkan Biaya Operasional Jangka Panjang: Meskipun biaya beli mungkin terasa mirip, biaya operasional motor listrik jauh lebih murah dibandingkan motor bensin. Skema cicilan yang ringan akan memudahkan masyarakat merasakan penghematan jangka panjang ini.
Langkah Strategis Pemerintah dalam Memperkuat Ekosistem EV
Langkah Presiden Prabowo ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah sedang merancang integrasi antara sektor industri, sektor keuangan, dan penyediaan infrastruktur. Untuk mewujudkan visi motor listrik yang terjangkau, diperlukan sinergi antara Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, serta lembaga perbankan dan perusahaan pembiayaan (leasing).
Pemerintah tengah mengkaji berbagai opsi instrumen kebijakan, di antaranya:
1. Subsidi dan Insentif Fiskal
Selain kemudahan cicilan, pemerintah juga terus mengevaluasi efektivitas subsidi langsung kepada konsumen. Tujuannya adalah agar harga jual motor listrik di tingkat dealer dapat lebih kompetitif dibandingkan motor berbahan bakar minyak (BBM).
2. Kolaborasi dengan Sektor Perbankan
Presiden meminta agar perbankan dan lembaga pembiayaan memberikan suku bunga khusus untuk kredit kendaraan listrik. Hal ini bisa dilakukan melalui skema penjaminan kredit atau pemberian insentif bagi bank yang mau menyalurkan kredit hijau (green financing).
3. Pengembangan Infrastruktur Pengisian Daya
Kemudahan cicilan tidak akan berarti banyak jika masyarakat khawatir akan ketersediaan tempat pengisian daya. Oleh karena itu, penguatan infrastruktur Charging Station (SPKLU) dan penukaran baterai (battery swap) tetap menjadi prioritas pembangunan nasional.