Permintaan untuk memperpanjang jalur LRT menuju Halim dan JIS bukan tanpa alasan. Kedua kawasan tersebut merupakan simpul mobilitas yang memiliki nilai strategis tinggi bagi warga Jakarta maupun pengguna jasa transportasi nasional. Berikut adalah beberapa alasan mendasar di balik urgensi rute ini:
Integrasi Hub Transportasi Halim: Kawasan Halim merupakan titik temu berbagai moda transportasi, mulai dari kereta api bandara, stasiun kereta api, hingga akses menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Menghubungkan LRT ke Halim akan menciptakan integrasi tanpa hambatan bagi penumpang dari berbagai penjuru.
Peningkatan Aksesibilitas JIS: Jakarta International Stadium (JIS) telah menjadi ikon baru Jakarta. Dengan adanya ribuan pengunjung yang datang secara berkala untuk acara olahraga dan hiburan, kebutuhan akan transportasi massal yang mumpuni menjadi sangat mendesak untuk menghindari kemacetan parah di Jakarta Utara.
Pemerataan Ekonomi Wilayah: Perpanjangan rute ini akan membuka aksesibilitas yang lebih baik ke wilayah Jakarta Utara dan Timur, yang pada akhirnya akan memicu pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang koridor jalur LRT.
Pengurangan Kemacetan: Dengan adanya konektivitas yang lebih baik antara Jakarta Utara dan Timur melalui jalur rel, ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi dapat ditekan secara signifikan.
Visi Integrasi Transportasi Massal Jakarta Masa Depan
Pramono Anung menegaskan bahwa visi besar pembangunan Jakarta ke depan adalah menciptakan kota yang "manusiawi" melalui transportasi publik yang terintegrasi. Perpanjangan LRT Jakarta ke Halim dan JIS adalah potongan puzzle penting dalam gambaran besar tersebut.
Selama ini, mobilitas warga dari wilayah Jakarta Utara ke Jakarta Timur seringkali terkendala oleh keterbatasan pilihan moda transportasi massal yang cepat dan terintegrasi. Meskipun sudah ada TransJakarta dan KRL, kehadiran LRT sebagai moda transportasi menengah yang cepat dan memiliki kapasitas besar akan melengkapi kekurangan tersebut.