DWJ Manajement - PORTAL

Presiden Macron Ambil Langkah Bersejarah, Gertak Trump-Gandeng Kanada

Oleh: DWJ-Manajement 20 Sep 2026
Presiden Macron Ambil Langkah Bersejarah, Gertak Trump-Gandeng Kanada

Keseimbangan Kekuatan di Amerika Utara: Dengan memperkuat hubungan dengan Kanada, Prancis berhasil menanamkan pengaruhnya langsung di "halaman belakang" Amerika Serikat, menciptakan tekanan diplomatik yang konstan terhadap kebijakan Washington.

Stabilitas Multilateralisme: Di saat AS cenderung menarik diri dari berbagai perjanjian internasional, Kanada tetap berkomitmen pada aturan main global, menjadikannya mitra ideal bagi Prancis untuk mempertahankan institusi seperti PBB dan NATO.

Ketahanan Rantai Pasok: Kerja sama ini mencakup sektor-sektor strategis seperti teknologi hijau, mineral kritis, dan energi, yang dapat mengurangi ketergantungan Eropa dan Kanada pada kebijakan perdagangan yang fluktuatif dari Amerika Serikat.

Narasi Nilai Bersama: Prancis dan Kanada berbagi kesamaan dalam hal regulasi hak asasi manusia dan standar lingkungan, yang sering kali berbenturan dengan agenda de-regulasi yang diusung oleh pemerintahan Trump.

Gertakan Terhadap Kebijakan 'America First'

Langkah Macron ini secara langsung dapat dibaca sebagai "gertakan" diplomatik terhadap Donald Trump. Kebijakan *America First* yang menekankan pada kepentingan nasional AS secara eksklusif telah menciptakan celah kekosongan kepemimpinan global. Macron mencoba mengisi celah tersebut dengan membangun koalisi yang lebih inklusif namun tetap kuat secara militer dan ekonomi.

Jika Trump menggunakan tarif perdagangan sebagai senjata politik, maka Macron melalui aliansi dengan Kanada dapat membangun sistem perdagangan alternatif yang lebih stabil bagi negara-negara sekutu. Ini adalah sebuah bentuk "perlawanan halus" melalui jalur ekonomi dan diplomasi multilateral, yang bertujuan untuk membatasi ruang gerak kebijakan proteksionis Amerika Serikat.

Ketegangan ini diprediksi akan merambah ke dalam tubuh NATO. Selama ini, NATO dianggap sebagai instrumen utama keamanan Amerika Serikat. Namun, dengan munculnya koordinasi yang lebih erat antara Paris dan Ottawa, dinamika pengambilan keputusan di dalam aliansi tersebut kemungkinan besar akan mengalami pergeseran. Anggota NATO lainnya, terutama di Eropa, kini memiliki opsi untuk tidak sekadar mengikuti komando Washington, melainkan berpihak pada blok yang lebih menekankan pada stabilitas jangka panjang dan kerjasama transatlantik yang lebih seimbang.