Output Energi: Mengonversi limbah menjadi energi listrik hijau yang stabil.
Reduksi Limbah: Mengurangi ketergantungan pada lahan TPA secara drastis.
Teknologi: Menggunakan sistem termal mutakhir yang meminimalisir emisi gas buang.
Dengan kemampuan mengolah setengah juta ton sampah setiap tahunnya, proyek ini diprediksi akan memperpanjang usia pakai TPA yang ada dan mencegah munculnya titik-titik pembuangan sampah liar di sekitar wilayah Bekasi. Ini adalah langkah preventif sekaligus kuratif terhadap krisis lingkungan yang telah berlangsung lama.
Dampak Ekonomi: Menciptakan 1.000 Lapangan Kerja Baru
Selain memberikan dampak positif bagi lingkungan, proyek senilai Rp 3 triliun ini juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Pembangunan infrastruktur skala besar seperti PSEL tentu membutuhkan sumber daya manusia dalam jumlah besar, mulai dari fase konstruksi hingga fase operasional jangka panjang.
Pemerintah memproyeksikan bahwa proyek ini akan menciptakan setidaknya 1.000 lapangan kerja baru. Penyerapan tenaga kerja ini mencakup berbagai bidang, di antaranya:
Sektor Konstruksi: Kebutuhan tenaga ahli teknik, arsitek, dan pekerja lapangan selama masa pembangunan.
Sektor Operasional: Operator mesin, teknisi listrik, dan ahli kimia lingkungan untuk menjalankan sistem PSEL.
Sektor Logistik: Pengelola armada pengangkut sampah dan manajemen rantai pasok.