DWJ Manajement - PORTAL

Puan soal Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah: Manfaatnya Harus Lebih Baik

Oleh: DWJ-Manajement 08 Sep 2026
Puan soal Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah: Manfaatnya Harus Lebih Baik

Beberapa langkah strategis yang perlu diambil antara lain:

Standardisasi Kompetensi Personel: Memastikan petugas BPBD di seluruh Indonesia memiliki sertifikasi dan keahlian yang mumpuni dalam manajemen bencana.

Modernisasi Alat Komunikasi: Memastikan koordinasi antara pusat dan daerah tidak terputus saat terjadi bencana besar yang seringkali merusak jaringan komunikasi utama.

Pendanaan Berbasis Risiko: Memberikan alokasi dana lebih besar kepada daerah-daerah yang memiliki indeks risiko bencana yang tinggi.

Menyongsong Era Ketangguhan Bencana Nasional

Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat anggaran mitigasi bencana adalah langkah yang sangat tepat di tengah perubahan iklim global yang semakin ekstrem. Bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan kekeringan kini menjadi lebih sering terjadi dan lebih sulit diprediksi.

Namun, sebagaimana diingatkan oleh Puan Maharani, keberhasilan kebijakan ini tidak diukur dari seberapa banyak dana yang dihabiskan, melainkan dari seberapa sedikit korban jiwa dan kerugian materi yang terjadi akibat bencana. Visi besar pemerintah harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang terukur, sistematis, dan berkelanjutan.

Jika pemerintah mampu mengelola anggaran tambahan ini dengan integritas tinggi dan perencanaan yang berbasis sains, Indonesia bukan hanya akan menjadi negara yang tangguh menghadapi bencana, tetapi juga mampu membangun ekosistem pembangunan yang aman dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Kesimpulan

Penambahan anggaran mitigasi bencana oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis yang sangat dibutuhkan mengingat kondisi geografis Indonesia. Namun, catatan dari Ketua DPR RI, Puan Maharani, menjadi pengingat penting bagi pemerintah: anggaran besar harus dibarengi dengan efektivitas penggunaan, akuntabilitas yang ketat, dan fokus pada tindakan preventif. Mitigasi harus bertransformasi dari sekadar respons darurat menjadi sistem perlindungan yang menyeluruh, mulai dari teknologi deteksi dini hingga penguatan kapasitas masyarakat di tingkat daerah, guna memastikan nyawa dan harta benda warga negara terlindungi secara maksimal.