DWJ Manajement - PORTAL

Purbaya Mau Tekan Utang dengan Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

Oleh: DWJ-Manajement 27 Aug 2026
Purbaya Mau Tekan Utang dengan Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai

```html

Strategi Purbaya Tekan Utang Negara: Perkuat Sektor Pajak dan Bea Cukai Lewat Reformasi Total

JAKARTA - Pemerintah tengah menghadapi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan fiskal dan mengelola rasio utang negara yang terus menjadi sorotan publik. Menanggapi dinamika ekonomi global dan kebutuhan pendanaan domestik yang tinggi, sebuah langkah strategis mulai diformulasikan untuk memperkuat struktur pendapatan negara melalui reformasi mendalam pada sektor perpajakan dan kepabeanan.

Purbaya, dalam sebuah pernyataan terbarunya, menekankan pentingnya melakukan "bersih-bersih" di tubuh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Langkah ini bukan sekadar upaya administratif, melainkan misi krusial untuk memastikan bahwa setiap rupiah potensi pendapatan negara dapat terserap secara optimal guna menekan ketergantungan pada utang luar negeri.

"Jadi, kita akan perbaiki Pajak dan Bea Cukai sehingga tax collection-nya bisa naik," tegas Purbaya saat menjelaskan arah kebijakan ekonomi ke depan.

Langkah ini dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk menciptakan kemandirian fiskal. Dengan meningkatnya kapasitas tax collection, pemerintah memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam membiayai pembangunan infrastruktur, program perlindungan sosial, hingga penguatan sektor pendidikan tanpa harus terus-menerus menambah beban utang baru.

Mengapa Reformasi Pajak dan Bea Cukai Menjadi Kunci?

Dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pajak merupakan tulang punggung utama. Namun, tantangan seperti kebocoran pendapatan, tingkat kepatuhan wajib pajak yang belum optimal, hingga kompleksitas birokrasi seringkali menjadi penghambat. Begitu pula dengan sektor Bea Cukai yang memiliki peran ganda: sebagai pengumpul pendapatan negara (revenue collector) dan penjaga perbatasan (community protector).

Purbaya menyoroti bahwa tanpa adanya perbaikan sistemik, potensi penerimaan negara akan terus hilang di tengah jalan. "Bersih-bersih" yang dimaksud mencakup berbagai aspek, mulai dari integritas sumber daya manusia hingga digitalisasi sistem yang lebih transparan.

Menekan Beban Utang Lewat Pendapatan Negara

Korelasi antara penerimaan pajak yang kuat dan pengurangan utang sangatlah erat. Ketika tax ratio atau rasio pajak terhadap PDB meningkat, pemerintah tidak perlu melakukan pinjaman besar untuk menutup defisit anggaran. Hal ini secara otomatis akan memperbaiki profil risiko negara di mata investor internasional, yang pada gilirannya dapat menurunkan biaya pinjaman (cost of fund) di masa depan.

Beberapa poin penting mengapa penguatan tax collection menjadi kunci penurunan utang antara lain: