DWJ Manajement - PORTAL

Purbaya Ungkap Penyebab Tambah Layer Baru Cukai Rokok Tak Kunjung Jalan

Oleh: DWJ-Manajement 13 Aug 2026
Purbaya Ungkap Penyebab Tambah Layer Baru Cukai Rokok Tak Kunjung Jalan

Mengapa Rencana Penambahan Layer Cukai Rokok Masih Tertunda? Ini Penjelasan Purbaya Yudhi Sadewa

Upaya menekan peredaran rokok ilegal melalui struktur tarif baru menghadapi tantangan kompleks di tengah dinamika ekonomi dan keseimbangan penerimaan negara.

Kebijakan Cukai Hasil Tembakau (CHT) di Indonesia selalu menjadi instrumen fiskal yang sensitif sekaligus krusial. Di satu sisi, cukai bertujuan untuk mengendalikan konsumsi produk tembakau demi kesehatan masyarakat, namun di sisi lain, ia merupakan salah satu tulang punggung penerimaan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Salah satu strategi yang sempat mencuat untuk memperkuat pengawasan dan menekan angka peredaran rokok ilegal adalah dengan menambah layer atau lapisan baru dalam struktur tarif cukai. Namun, rencana ambisius ini tampaknya belum menemui titik terang dalam implementasinya. Menuju persoalan ini, ekonom sekaligus tokoh penting dalam kebijakan ekonomi, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan pandangan mengenai mengapa kebijakan penambahan layer baru tersebut tak kunjung berjalan.

Misi Penambahan Layer: Menutup Celah Rokok Ilegal

Secara teoretis, penambahan layer atau lapisan tarif cukai bertujuan untuk menciptakan gradasi harga yang lebih halus di pasar. Dalam struktur cukai yang ada saat ini, terdapat perbedaan harga yang cukup signifikan antara berbagai jenis produk tembakau. Perbedaan harga yang terlalu lebar inilah yang sering kali menjadi celah bagi para pemain rokok ilegal untuk masuk ke pasar.

Ketika harga rokok legal (yang memiliki pita cukai) melompat terlalu tinggi dibandingkan kelompok rokok di bawahnya, konsumen cenderung beralih ke rokok ilegal atau rokok dengan pita cukai yang lebih murah (downtrading). Fenomena ini tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan pajak, tetapi juga menyulitkan pemerintah dalam melakukan kontrol terhadap kualitas dan kandungan produk yang beredar di masyarakat.

Dengan adanya penambahan layer baru, pemerintah berharap dapat mempersempit jarak harga antar kategori produk. Harapannya, transisi harga dari produk murah ke produk yang lebih mahal menjadi lebih landai, sehingga daya tarik rokok ilegal yang harganya jauh di bawah pasar dapat diminimalisir.

Tantangan Implementasi: Mengapa Kebijakan Tertunda?

Meskipun urgensi untuk memberantas rokok ilegal sangat tinggi, implementasi penambahan layer tarif cukai tidak sesederhana mengubah angka pada regulasi. Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti bahwa ada berbagai faktor kompleks yang membuat kebijakan ini belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Beberapa faktor tersebut meliputi:

Dinamika Daya Beli Masyarakat: Kenaikan tarif cukai yang tidak dikelola dengan struktur layer yang tepat berisiko menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah yang merupakan konsumen terbesar produk tembakau.