Beberapa tantangan teknis yang perlu diantisipasi antara lain:
Sinkronisasi kebijakan antara BI dengan kementerian teknis dalam hal kebijakan industri.
Pengelolaan risiko sistemik di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi finansial (fintech).
Menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap kebijakan BI yang lebih berorientasi pada domestik.
Kesimpulan
Visi "Sumitronomics" yang diusung oleh Solikin M. Juhro memberikan warna baru dalam diskursus kebijakan moneter di Indonesia. Dengan menitikberatkan pada transformasi struktural dan penguatan sektor riil, Solikin mencoba menawarkan solusi agar Bank Indonesia tidak hanya menjadi entitas yang menjaga stabilitas, tetapi juga menjadi motor penggerak transformasi ekonomi nasional.
Keberhasilan konsep ini akan sangat bergantung pada bagaimana ia mampu menyeimbangkan mandat menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi dengan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Jika terpilih, Sumitronomics akan menjadi ujian bagi Solikin untuk membuktikan bahwa kebijakan moneter yang kuat adalah kebijakan yang mampu menghidupkan sektor produktif di dalam negeri.
```