DWJ Manajement - PORTAL

Studi Sebut Kelamaan Online Bisa Bikin Bad Mood dan Stres

Oleh: DWJ-Manajement 03 Aug 2026
Studi Sebut Kelamaan Online Bisa Bikin Bad Mood dan Stres

Waspada! Terlalu Lama 'Scrolling' Media Sosial Bisa Picu Bad Mood dan Stres Berat

Temuan studi terbaru mengungkapkan kaitan erat antara durasi penggunaan internet yang berlebihan dengan penurunan stabilitas emosi dan risiko gangguan kesehatan mental.

Di era digital yang serba cepat ini, layar ponsel pintar telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Mulai dari bangun tidur hingga kembali terlelap, aktivitas "scrolling" di media sosial atau mencari informasi di internet seolah menjadi ritual harian yang sulit ditinggalkan. Namun, di balik kemudahan akses informasi tersebut, terdapat ancaman tersembunyi yang mulai disadari oleh para ahli kesehatan mental.

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa penggunaan internet secara berlebihan atau durasi waktu layar (screen time) yang tidak terkontrol dapat berdampak langsung pada kondisi psikologis seseorang. Fenomena ini tidak hanya sekadar membuat mata lelah, tetapi juga mampu memicu perubahan suasana hati (bad mood) yang drastis hingga tingkat stres yang tinggi.

Mengapa Internet Berlebihan Mengganggu Stabilitas Emosi?

Banyak orang tidak menyadari bahwa aktivitas digital yang terus-menerus sebenarnya memberikan beban kerja yang besar pada otak. Ketika kita terus-menerus mengonsumsi konten, otak dipaksa untuk memproses informasi dalam volume yang masif dalam waktu singkat. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan kognitif yang pada akhirnya berdampak pada emosi.

Jebakan Dopamin yang Menipu

Salah satu alasan utama mengapa sulit bagi seseorang untuk melepaskan ponsel adalah mekanisme dopamin di dalam otak. Setiap kali kita mendapatkan "like", komentar positif, atau menemukan konten yang menarik, otak melepaskan dopamin—zat kimia yang memberikan rasa senang sementara. Namun, efek ini bersifat sangat singkat.

Masalah muncul ketika kita terus mengejar sensasi tersebut tanpa henti. Ketika stimulasi dopamin berkurang atau ketika kita tidak mendapatkan reaksi yang diharapkan dari interaksi digital, terjadi penurunan suasana hati secara tiba-tiba. Inilah yang sering disebut sebagai "dopamine crash", yang membuat seseorang merasa hampa, mudah marah, atau mengalami bad mood yang tidak beralasan.

Fenomena Perbandingan Sosial dan FOMO

Selain faktor biologis terkait dopamin, faktor psikologis sosial juga memegang peranan penting. Media sosial sering kali menjadi tempat di mana orang hanya menampilkan sisi terbaik dari kehidupan mereka. Hal ini menciptakan standar hidup yang tidak realistis bagi para pengguna lainnya.

Studi tersebut menyoroti bahwa penggunaan internet yang berlebihan sering kali memicu perilaku perbandingan sosial (social comparison). Saat seseorang melihat pencapaian, kemewahan, atau standar kecantikan orang lain melalui layar, muncul rasa rendah diri dan ketidakpuasan terhadap kehidupan pribadi. Hal ini diperparah dengan fenomena Fear of Missing Out (FOMO) atau ketakutan akan ketinggalan tren atau informasi terbaru.