Kementerian PUPR menekankan bahwa penyelesaian proyek ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mengintegrasikan seluruh jaringan jalan tol di Pulau Jawa, sehingga tidak ada lagi "titik sumbat" yang menghambat pertumbuhan ekonomi di daerah pinggiran.
Stimulus Pertumbuhan Ekonomi di Wilayah Jawa Timur Bagian Timur
Secara makro, penyelesaian Tol Prosiwangi Seksi 1 & 2 diprediksi akan menjadi stimulus kuat bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi. Infrastruktur yang mumpuni selalu menjadi magnet bagi investasi. Ketika aksesibilitas sebuah daerah membaik, investor akan lebih tertarik untuk membangun industri, pusat pergudangan, hingga kawasan pengolahan hasil bumi.
Konektivitas yang lebih baik akan membuka isolasi ekonomi di beberapa titik, memungkinkan pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di daerah untuk menjangkau pasar yang lebih luas dengan biaya pengiriman yang lebih kompetitif. Hal ini secara tidak langsung akan meningkatkan daya saing produk lokal di tingkat nasional maupun internasional.
Akselerasi Sektor Pariwisata: Menuju Banyuwangi Sebagai Destinasi Kelas Dunia
Selain sektor industri dan logistik, dampak paling nyata yang dapat dirasakan adalah pada sektor pariwisata. Banyuwangi, yang selama ini dikenal dengan pesona alamnya yang luar biasa, kini semakin mudah diakses. Konektivitas antara Probolinggo hingga Banyuwangi melalui jalan tol akan memudahkan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk melakukan perjalanan darat dengan lebih nyaman.
Kemudahan akses ini diharapkan dapat meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di Jawa Timur Timur, seperti:
Taman Nasional Baluran yang dijuluki "Little Africa in Java".
Pantai-pantai eksotis di kawasan Situbondo.
Kawasan wisata pegunungan dan budaya di Banyuwangi.
Wisata religi dan kuliner di sepanjang jalur Probolinggo.