Tantangan dalam Mempertahankan Kualitas Ekspor
Meskipun peluang terbuka lebar, para pelaku industri perikanan di Ternate tetap menghadapi sejumlah tantangan. Untuk menjaga agar tuna tetap layak ekspor ke Jepang dan Amerika, diperlukan komitmen tinggi dalam menjaga kualitas dari hulu ke hilir. Beberapa hal yang menjadi perhatian utama meliputi:
Manajemen Rantai Dingin: Penggunaan es dan mesin pendingin yang memadai di atas kapal maupun di tempat pelelangan ikan (TPI) sangat krusial.
Teknologi Penangkapan: Peralatan tangkap yang ramah lingkungan agar populasi tuna tetap berkelanjutan.
Infrastruktur Logistik: Ketersediaan sarana transportasi yang cepat untuk membawa hasil laut ke pelabuhan pengiriman internasional.
Sertifikasi Internasional: Kepatuhan terhadap standar keamanan pangan global yang terus berkembang.
Jika tantangan ini dapat dikelola dengan baik melalui dukungan pemerintah daerah dan investasi teknologi, maka potensi pendapatan devisa negara dari sektor perikanan Ternate diprediksi akan terus meroket di masa depan.
Kesimpulan
Keberhasilan nelayan Ternate dalam mengekspor tuna sirip kuning ke Jepang dan Amerika Serikat merupakan bukti nyata kekayaan laut Maluku Utara yang luar biasa. Dengan volume tangkapan mencapai 35-70 ekor per hari dan harga yang stabil di kisaran Rp51.000-Rp61.000 per kilogram, komoditas ini menjadi tulang punggung ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Dukungan terhadap infrastruktur rantai dingin dan standarisasi kualitas akan menjadi kunci agar dominasi tuna Ternate di pasar global dapat terus bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.