DWJ Manajement - PORTAL

Video: Genjot Pendapatan, Bisnis Peternakan Tambah Utilisasi Pabrik

Oleh: DWJ-Manajement 20 Jul 2026
Video: Genjot Pendapatan, Bisnis Peternakan Tambah Utilisasi Pabrik

Modal Kerja: Memastikan kelancaran operasional harian, terutama dalam pengadaan bahan baku seperti biji-bijian untuk pakan dan bibit ternak unggul.

Dengan memperkuat sisi permodalan, perusahaan tidak hanya sekadar mengejar pertumbuhan volume penjualan, tetapi juga berusaha memperbaiki margin keuntungan melalui efisiensi biaya produksi per unit. Semakin tinggi utilisasi pabrik, maka biaya tetap (fixed cost) akan terdistribusi ke jumlah produk yang lebih banyak, sehingga harga pokok penjualan (HPP) dapat ditekan.

Sinergi Bisnis Sapi dan Ayam dalam Mengejar Target Rp 8 Triliun

Target pendapatan sebesar Rp 8 triliun merupakan angka yang menantang namun realistis jika melihat tren konsumsi daging di Indonesia. Perusahaan mengandalkan dua pilar utama bisnisnya, yakni segmen peternakan ayam (poultry) dan sapi (cattle). Kedua segmen ini memiliki karakteristik pasar yang berbeda namun saling melengkapi dalam portofolio pendapatan perusahaan.

Pada segmen ayam, fokus utama terletak pada penyediaan daging ayam broiler dan produk olahan lainnya. Permintaan pasar terhadap protein ayam cenderung stabil dan memiliki volume yang sangat besar karena harganya yang relatif terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Peningkatan utilisasi pabrik pengolahan ayam diharapkan dapat mempercepat distribusi produk siap saji yang memiliki nilai tambah (value-added products) lebih tinggi dibandingkan daging mentah.

Sementara itu, pada segmen sapi, perusahaan melihat peluang besar pada kebutuhan daging sapi berkualitas untuk pasar menengah ke atas serta kebutuhan industri kuliner seperti restoran dan hotel. Dengan memperkuat kapasitas pengolahan daging sapi, perusahaan dapat memastikan standar kualitas yang konsisten, yang menjadi daya tarik utama bagi konsumen kelas premium.

Optimalisasi Pabrik sebagai Mesin Pertumbuhan

Salah satu hambatan utama dalam bisnis peternakan adalah fluktuasi harga bahan baku dan biaya logistik. Oleh karena itu, modernisasi pabrik menjadi agenda mendesak. Melalui dana hasil right issue, perusahaan berencana mengimplementasikan teknologi otomatisasi pada lini produksi. Teknologi ini bertujuan untuk mengurangi human error, mempercepat proses pengemasan, serta memperpanjang masa simpan produk melalui teknologi pendinginan yang lebih canggih.

Peningkatan utilisasi pabrik juga berarti perusahaan mampu merespons permintaan pasar secara lebih lincah. Dalam kondisi permintaan melonjak secara tiba-tiba, kapasitas produksi yang mumpuni akan mencegah terjadinya kehilangan potensi penjualan (lost sales). Hal ini sangat penting mengingat pasar protein hewani sangat sensitif terhadap ketersediaan stok di pasar.