Strategi Digitalisasi dan Optimalisasi Saluran Penjualan
Untuk mencapai target okupansi tersebut, digitalisasi menjadi senjata utama. Hotel tidak lagi bisa hanya mengandalkan tamu walk-in atau kerja sama tradisional dengan agen perjalanan konvensional. Berikut adalah beberapa langkah digital yang mulai masif dilakukan:
Optimalisasi Online Travel Agent (OTA): Memaksimalkan visibilitas di platform seperti Traveloka, Booking.com, atau Agoda melalui manajemen konten yang menarik dan ulasan positif.
Direct Booking melalui Media Sosial: Menggunakan Instagram dan TikTok untuk menciptakan konten visual yang mampu memicu keinginan staycation, sekaligus mengarahkan calon tamu untuk memesan langsung melalui situs web resmi guna menghindari komisi OTA yang tinggi.
Pemanfaatan Data Analytics: Menggunakan data untuk memahami perilaku pemesanan tamu, sehingga hotel dapat memberikan promo yang lebih personal dan tepat sasaran.
Diversifikasi Produk: Lebih dari Sekadar Tempat Menginap
Menghadapi ketidakpastian, hotel juga melakukan diversifikasi produk agar tidak hanya bergantung pada segmen wisatawan (leisure). Strategi ini dilakukan untuk memastikan pendapatan tetap mengalir meskipun sektor pariwisata sedang lesu.
Segmen MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition): Mengincar pasar korporasi dan instansi pemerintah untuk kegiatan pertemuan atau seminar.
Paket Staycation dan Wellness: Menyasar pasar domestik dengan menawarkan paket menginap yang sudah termasuk fasilitas makan atau perawatan kesehatan (wellness retreat) guna menarik minat masyarakat lokal.