DWJ Manajement - PORTAL

Video: Suku Bunga The Fed Naik, Tekanan ke Rupiah dan IHSG Meningkat

Oleh: DWJ-Manajement 17 Sep 2026
Video: Suku Bunga The Fed Naik, Tekanan ke Rupiah dan IHSG Meningkat

IHSG dalam Bayang-bayang Tekanan Jual Asing

Tidak hanya nilai tukar, pasar modal Indonesia melalui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tidak luput dari dampak negatif. Kenaikan suku bunga The Fed seringkali dianggap sebagai sinyal buruk bagi pasar saham, karena biaya pinjaman yang lebih tinggi dapat menekan pertumbuhan laba perusahaan dan menurunkan daya beli masyarakat.

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), tekanan terlihat dari aksi jual bersih oleh investor asing (*net sell*). Ketika investor institusi global menarik dana mereka dari pasar saham Indonesia untuk memindahkan aset ke instrumen pendapatan tetap di Amerika Serikat, indeks saham domestik secara otomatis akan tertekan turun. Sektor-sektor tertentu pun mulai menunjukkan kerentanan terhadap volatilitas ini.

Sektor-sektor yang diprediksi paling terdampak meliputi:

Sektor Perbankan: Meskipun kenaikan bunga bisa meningkatkan margin bunga bersih (NIM), risiko kredit macet akibat beban bunga yang tinggi pada debitur tetap menjadi ancaman.

Sektor Properti: Kenaikan suku bunga global biasanya diikuti oleh kenaikan suku bunga domestik, yang akan berdampak langsung pada meningkatnya bunga KPR dan menurunkan permintaan properti.

Sektor Teknologi: Perusahaan teknologi yang mengandalkan pertumbuhan cepat dan seringkali memiliki beban utang tinggi sangat sensitif terhadap kenaikan biaya modal.

Analisis Pasar: Mengapa Investor Menjadi Cemas?

Kecemasan pasar bukan tanpa alasan. Selama ini, pasar saham Indonesia dianggap sebagai salah satu destinasi investasi yang menjanjikan di Asia Tenggara. Namun, kebijakan moneter yang ketat dari bank sentral utama dunia seperti The Fed dapat mengubah narasi tersebut dalam sekejap. Investor kini lebih berhati-hati dalam menempatkan modal mereka, menunggu sinyal yang lebih jelas mengenai kapan siklus kenaikan suku bunga ini akan mencapai puncaknya.

Ketidakpastian mengenai arah inflasi di Amerika Serikat juga menambah bumbu ketegangan. Jika inflasi di AS tetap tinggi meskipun suku bunga telah dinaikkan, maka The Fed mungkin akan mempertahankan kebijakan ketatnya untuk waktu yang lebih lama (*higher for longer*). Kondisi inilah yang paling ditakuti oleh pelaku pasar karena dapat memperpanjang masa tekanan pada aset-aset di pasar berkembang.