DWJ Manajement - PORTAL

YLKI Desak Pembalut Bebas PPN, Sebut Pemerintah Jangan Miskin Ide

Oleh: DWJ-Manajement • 03 Nov 2026
YLKI Desak Pembalut Bebas PPN, Sebut Pemerintah Jangan Miskin Ide

YLKI Desak Pemerintah Hapus PPN Pembalut Wanita: Jangan Miskin Ide!

YLKI menilai pengenaan pajak pada produk sanitasi perempuan merupakan beban tambahan yang tidak adil bagi konsumen.

Pembalut Adalah Kebutuhan Dasar, Bukan Barang Mewah

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) secara tegas mendesak pemerintah untuk menghapus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas produk pembalut wanita. Menurut YLKI, produk sanitasi ini merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kesehatan perempuan.

Pihak YLKI menilai bahwa pembalut bukanlah barang mewah yang bisa dikenakan pajak tambahan. Sebaliknya, produk ini berkaitan langsung dengan aspek kesehatan reproduksi dan kebersihan diri yang bersifat fundamental.

Kebijakan pajak yang ada saat ini dianggap belum sepenuhnya berpihak pada kebutuhan spesifik perempuan. Hal ini dikhawatirkan akan terus menambah beban ekonomi bagi kelompok konsumen perempuan di Indonesia.

Kritik Tajam: Pemerintah Jangan "Miskin Ide"

Dalam pernyataan resminya, YLKI melontarkan kritik keras kepada pemerintah agar tidak "miskin ide" dalam merumuskan kebijakan fiskal. Mereka meminta pemerintah untuk lebih kreatif dan sensitif dalam menentukan objek pajak.

Pemerintah diharapkan mampu melihat kebijakan pajak dari sudut pandang keadilan sosial. Kebijakan fiskal seharusnya tidak justru menghambat akses terhadap kebutuhan sanitasi yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat.

YLKI menekankan bahwa setiap kebijakan pajak harus dipertimbangkan dampaknya terhadap kelompok rentan. Dalam hal ini, perempuan menjadi kelompok yang paling terdampak oleh kebijakan pajak produk sanitasi.

Poin Utama Tuntutan YLKI:

Menghapus pengenaan PPN pada seluruh produk pembalut wanita.

Mengategorikan produk sanitasi sebagai kebutuhan pokok yang bebas pajak.

Mendorong pemerintah untuk menciptakan kebijakan pajak yang lebih adil dan responsif gender.

Kesimpulan

Desakan YLKI ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah agar lebih memperhatikan aspek keadilan dalam kebijakan ekonomi. Menghapus PPN pada pembalut bukan hanya soal urusan pajak, tetapi juga soal menjamin hak kesehatan dan akses sanitasi yang terjangkau bagi setiap perempuan.

Menampilkan Seluruh Artikel