Peningkatan Standar Kesehatan: Akses terhadap air bersih secara langsung menurunkan risiko penyakit yang disebabkan oleh sanitasi buruk, seperti diare, kolera, dan penyakit kulit. Hal ini sangat krusial dalam upaya pencegahan stunting pada anak-anak di wilayah NTT.
Efisiensi Waktu dan Tenaga: Warga tidak lagi perlu menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencari sumber air. Kemudahan akses ini memungkinkan anak-anak untuk lebih fokus pada pendidikan dan warga dewasa untuk lebih produktif dalam bekerja.
Pemulihan Ekonomi Lokal: Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar, stabilitas ekonomi rumah tangga menjadi lebih terjaga. Masyarakat dapat menghemat pengeluaran yang sebelumnya digunakan untuk membeli air bersih dari pihak luar atau biaya transportasi pengangkutan air.
Ketahanan terhadap Perubahan Iklim: Sumur bor dengan kedalaman yang memadai memberikan perlindungan bagi warga terhadap dampak perubahan iklim dan anomali cuaca yang sering menyebabkan kekeringan ekstrem di wilayah NTT.
Komitmen Pertamina dalam Pembangunan Berkelanjutan (ESG)
Langkah yang dilakukan Pertamina di Watubaur bukan sekadar bantuan insidental, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Pertamina menyadari bahwa keberlanjutan bisnis harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional maupun wilayah yang membutuhkan dukungan pembangunan.
Dalam konteks pembangunan di NTT, Pertamina memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pemulihan wilayah pasca bencana. Program penyediaan air bersih ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin akses air bersih dan sanitasi yang layak bagi semua orang.
Melalui penguatan infrastruktur dasar seperti sumur bor, Pertamina berupaya menciptakan kemandirian masyarakat. Diharapkan, dengan adanya fasilitas ini, masyarakat dapat mengelola sumber daya air tersebut secara swadaya dan berkelanjutan melalui peran kelompok masyarakat setempat.