DWJ Manajement - PORTAL

Bima Arya Sentil Kepala Daerah soal Transum: Pernah Berdesakan Seperti Cendol?

Oleh: DWJ-Manajement 16 Sep 2026
Bima Arya Sentil Kepala Daerah soal Transum: Pernah Berdesakan Seperti Cendol?

Ego Sektoral: Kurangnya koordinasi antara dinas perhubungan, dinas pekerjaan umum, dan dinas tata ruang dalam menyusun rencana induk transportasi.

Kurangnya Pemahaman Teknis: Banyak pemimpin daerah yang memiliki visi politik kuat, namun kurang mendalami konsep urbanisme dan mobilitas berkelanjutan.

Fokus pada Proyek Fisik Jangka Pendek: Kecenderungan untuk membangun infrastruktur yang terlihat secara visual (seperti jalan tol atau gedung) daripada investasi pada sistem transportasi yang manfaatnya dirasakan secara jangka panjang namun seringkali tidak terlihat secara instan.

Pentingnya Konsep Transit-Oriented Development (TOD)

Dalam diskusinya, tersirat bahwa Indonesia perlu mempercepat penerapan konsep Transit-Oriented Development (TOD) di tingkat daerah. TOD adalah konsep pengembangan kota yang mengintegrasikan pemukiman, perkantoran, dan ruang publik dengan titik-titik transportasi massal.

Dengan menerapkan TOD, warga tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mencapai transportasi umum. Hal ini akan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, menurunkan tingkat polusi, dan meningkatkan efisiensi ekonomi karena mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar dan murah.

Tantangan Membangun Ekosistem Transportasi Massal yang Integratif

Membangun transportasi publik yang ideal bukanlah pekerjaan mudah, terutama bagi pemerintah daerah dengan keterbatasan anggaran. Bima Arya menggarisbawahi bahwa kepala daerah tidak boleh hanya menjadi penonton dalam transformasi mobilitas ini. Mereka harus menjadi dirigen yang mampu menyatukan berbagai kepentingan.

Ada beberapa tantangan utama yang dihadapi kepala daerah dalam mewujudkan transportasi yang tidak lagi "seperti cendol":

1. Integrasi Antarmoda

Seringkali, transportasi umum di daerah terfragmentasi. Bus tidak terhubung dengan angkot, angkot tidak terhubung dengan jalur pedestrian yang layak. Tanpa integrasi jadwal, rute, dan pembayaran, masyarakat akan tetap memilih menggunakan motor atau mobil pribadi.

2. Keamanan dan Kenyamanan (Safety and Comfort)