Pertanyaan menarik berikutnya adalah: jika malamnya dingin karena angin dari Australia, mengapa saat siang hari cuaca justru terasa sangat panas dan menyengat? Hal ini merupakan konsekuensi logis dari kondisi langit yang cerah tanpa awan.
Ketika fenomena Monsun Australia membawa udara kering, langit cenderung menjadi sangat bersih dari awan (clear sky). Minimnya tutupan awan berarti tidak ada penghalang bagi sinar matahari untuk mencapai permukaan bumi. Sinar matahari, terutama radiasi ultraviolet (UV), dapat langsung menembus atmosfer dan memanaskan permukaan tanah, bangunan, dan jalanan secara intensif.
Selain itu, karena kelembapan udara yang rendah (udara kering), panas yang dihasilkan oleh sinar matahari tidak banyak terdistribusi melalui uap air di atmosfer, melainkan langsung memanaskan benda-benda di permukaan. Hal inilah yang menciptakan sensasi panas yang "kering" dan menyengat di siang hari, yang seringkali membuat masyarakat merasa lebih gerah meskipun suhu udara mungkin tidak setinggi saat musim hujan.
Kombinasi Kelembapan Rendah dan Radiasi Tinggi
Kombinasi antara radiasi matahari yang tinggi dan tingkat kelembapan yang rendah menciptakan kondisi yang unik. Pada siang hari, penguapan terjadi lebih cepat. Namun, karena udara sudah cenderung kering, suhu terasa sangat kontras dengan suhu malam hari. Ketidakstabilan suhu yang lebar antara titik terendah di pagi hari dan titik tertinggi di siang hari inilah yang seringkali mengganggu kenyamanan aktivitas warga.
Dampak Fenomena Terhadap Kesehatan Masyarakat
Perubahan suhu yang ekstrem atau fluktuasi suhu yang lebar dalam satu hari (diurnal temperature range) dapat berdampak pada kondisi kesehatan manusia. Perubahan suhu yang mendadak memaksa tubuh untuk bekerja lebih keras dalam melakukan termoregulasi atau pengaturan suhu tubuh.
Beberapa dampak kesehatan yang perlu diwaspadai antara lain:
Gangguan Pernapasan: Udara yang kering dan berdebu saat musim kemarau dapat memicu asma, sinusitis, atau batuk kering.
Masalah Kulit: Rendahnya kelembapan udara dapat menyebabkan kulit menjadi kering, pecah-pecah, dan gatal.
Dehidrasi: Meskipun udara terasa dingin di malam hari, panas yang menyengat di siang hari dapat meningkatkan risiko dehidrasi jika tidak dibarengi dengan asupan cairan yang cukup.
Penurunan Imunitas: Perubahan suhu yang drastis dapat membuat sistem imun tubuh melemah, sehingga lebih rentan terhadap infeksi virus seperti flu.