DWJ Manajement - PORTAL

BMKG Ungkap Alasan Jakarta Dingin Saat Malam tapi Panas Ketika Siang

Oleh: DWJ-Manajement 10 Jul 2026
BMKG Ungkap Alasan Jakarta Dingin Saat Malam tapi Panas Ketika Siang

Tips Menghadapi Perubahan Cuaca Ekstrem

Untuk meminimalisir dampak buruk dari fenomena Bediding dan cuaca panas yang menyengat ini, BMKG dan para ahli kesehatan menyarankan beberapa langkah preventif bagi masyarakat Jabodetabek:

Gunakan Pakaian yang Sesuai: Gunakan pakaian berbahan tebal atau jaket saat malam dan pagi hari untuk menjaga suhu tubuh. Sebaliknya, gunakan pakaian berbahan katun yang menyerap keringat saat siang hari.

Cukupi Kebutuhan Cairan: Tetap minum air putih dalam jumlah cukup meskipun tidak merasa haus, terutama saat suhu siang hari meningkat tajam, untuk menghindari dehidrasi.

Gunakan Pelembap: Gunakan losion atau pelembap kulit untuk menjaga hidrasi kulit agar tidak kering akibat udara yang rendah kelembapannya.

Lindungi Diri dari Sinar Matahari: Saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, gunakan tabir surya (sunscreen), topi, atau payung untuk melindungi kulit dari radiasi UV yang tinggi.

Jaga Pola Makan dan Istirahat: Konsumsi makanan bergizi dan pastikan tidur yang cukup untuk menjaga imunitas tubuh tetap stabil di tengah perubahan cuaca.

Kesimpulan

Fenomena suhu ekstrem di Jabodetabek, di mana malam terasa dingin namun siang terasa panas, adalah akibat dari mekanisme atmosfer yang saling berkaitan. Fenomena "Bediding" yang dipicu oleh minimnya tutupan awan menyebabkan pelepasan panas bumi yang cepat di malam hari. Hal ini diperkuat oleh kehadiran Angin Monsun Australia yang membawa massa udara dingin dan kering ke wilayah Indonesia.

Di sisi lain, langit yang cerah tanpa awan memungkinkan radiasi matahari masuk secara maksimal pada siang hari, menciptakan suhu panas yang menyengat. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap perubahan suhu yang drastis ini dengan menjaga kesehatan, hidrasi, dan perlindungan kulit agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan optimal.