Mendukung investasi pada infrastruktur teknologi yang mahal namun sangat dibutuhkan.
Winardi menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah sebagai pemegang saham dengan manajemen bank sangat diperlukan untuk memastikan kebijakan penambahan modal dapat dilakukan secara berkelanjutan demi mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
2. Transformasi dan Keandalan Sistem
Pilar kedua adalah sistem. Di era di mana transaksi dapat dilakukan hanya dalam genggaman tangan, sistem perbankan yang konvensional sudah tidak lagi memadai. BPD harus mampu mengadopsi teknologi terkini untuk memastikan layanan mereka secepat dan semudah bank umum nasional maupun perusahaan teknologi finansial.
Digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan. Sistem yang mumpuni mencakup keamanan data nasabah, kemudahan akses melalui mobile banking, hingga kecepatan proses administrasi di lini belakang (back-end). BPD dituntut untuk memiliki sistem yang mampu mengintegrasikan layanan perbankan dengan ekosistem digital yang lebih luas, seperti pembayaran pajak daerah, retribusi, hingga integrasi dengan e-commerce lokal.
Sistem yang handal akan meminimalisir human error, mempercepat proses pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making), dan yang terpenting, memberikan pengalaman pengguna (user experience) yang memuaskan bagi nasabah.
3. Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Pilar ketiga yang tidak kalah pentingnya adalah Sumber Daya Manusia. Sehebat apa pun teknologi yang dimiliki sebuah bank, tanpa manusia yang kompeten untuk mengoperasikannya, teknologi tersebut akan menjadi sia-sia. Winardi menegaskan bahwa SDM adalah penggerak utama dari strategi bank.
BPD membutuhkan talenta yang tidak hanya menguasai aspek perbankan secara tradisional, tetapi juga memiliki literasi digital yang tinggi. Karyawan bank di masa depan harus mampu memahami analisis data, manajemen risiko berbasis teknologi, hingga memberikan layanan konsultasi keuangan yang cerdas kepada nasabah.
Pengembangan budaya kerja yang adaptif dan inovatif juga menjadi fokus utama. SDM yang unggul adalah mereka yang mampu bekerja secara lincah (agile) dalam menghadapi perubahan pasar yang sangat cepat dan mampu memberikan solusi finansial yang tepat bagi kebutuhan masyarakat daerah.
Strategi KUB: Mengakselerasi Daya Saing Melalui Pemberdayaan Komunitas