Selain memperkuat tiga pilar di atas, Winardi juga mengungkap salah satu strategi kunci yang diterapkan untuk meningkatkan daya saing, yakni melalui pengembangan Kelompok Usaha Bersama (KUB). Strategi ini merupakan langkah konkret Bank Jatim dalam menjangkau segmen mikro yang merupakan tulang punggung ekonomi di Jawa Timur.
KUB dirancang untuk memberikan dukungan finansial sekaligus pendampingan kepada kelompok-kelompok usaha kecil. Melalui pendekatan berbasis komunitas ini, BPD dapat melakukan mitigasi risiko dengan lebih efektif karena adanya kontrol sosial antar anggota kelompok. Selain itu, strategi ini juga memungkinkan bank untuk menyalurkan kredit secara lebih efisien dengan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan dengan pendekatan individu.
Keuntungan menggunakan pendekatan KUB bagi BPD antara lain:
Mitigasi Risiko Kolektif: Risiko gagal bayar dapat ditekan melalui sistem tanggung renteng dalam kelompok.
Peningkatan Literasi Keuangan: Bank dapat memberikan edukasi keuangan secara massal melalui pertemuan kelompok.
Efisiensi Operasional: Proses survei dan penagihan menjadi lebih mudah karena dilakukan secara berkelompok.
Pendampingan Berkelanjutan: Membantu UMKM naik kelas dari sektor informal ke formal.
Dengan mengombinasikan kekuatan modal, kecanggihan sistem, keunggulan SDM, dan strategi penyaluran kredit yang tepat sasaran seperti KUB, BPD diharapkan tidak hanya menjadi "penonton" di daerahnya sendiri, tetapi menjadi pemimpin pasar yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara luas.
Kesimpulan
Keberhasilan Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam menghadapi tantangan perbankan modern sangat bergantung pada kemampuannya dalam memperkuat tiga fondasi utama: modal yang kokoh, sistem digital yang mutakhir, dan SDM yang kompeten. Ketiga aspek ini harus berjalan beriringan dengan strategi penyaluran kredit yang inovatif, seperti pengembangan Kelompok Usaha Bersama (KUB), untuk memastikan inklusi keuangan dapat menjangkau lapisan masyarakat terbawah. Dengan implementasi yang konsisten, BPD akan mampu bertransformasi menjadi lembaga keuangan yang tangguh, kompetitif, dan menjadi motor penggerak utama ekonomi daerah di kancah nasional.