DWJ Manajement - PORTAL

Dampak Kenaikan Bunga The Fed Terbatas, IHSG Masih Menguat di Level 6.400

Oleh: DWJ-Manajement 17 Sep 2026
Dampak Kenaikan Bunga The Fed Terbatas, IHSG Masih Menguat di Level 6.400

Analisis Sektor yang Menggerakkan Indeks

Kenaikan IHSG ke level 6.400 tidak terlepas dari aksi beli pada sejumlah sektor strategis. Sektor perbankan tetap menjadi motor utama penggerak indeks. Investor cenderung melihat sektor perbankan di Indonesia memiliki kemampuan untuk melakukan penyesuaian terhadap kenaikan suku bunga, yang pada akhirnya dapat memperlebar margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM).

Selain perbankan, beberapa sektor lain juga turut memberikan kontribusi positif, di antaranya:

Sektor Energi: Fluktuasi harga komoditas global yang masih cukup tinggi memberikan sentimen positif bagi emiten berbasis energi.

Sektor Konsumer: Daya beli masyarakat yang tetap terjaga menjadi katalis bagi emiten di sektor barang konsumsi untuk terus mencatatkan pertumbuhan laba.

Sektor Infrastruktur dan Telekomunikasi: Pergerakan saham di sektor ini juga menunjukkan tren positif, mengikuti arus modal yang masuk ke aset-aset defensif.

Sentimen Aliran Modal Asing (Foreign Flow)

Salah satu indikator yang paling diperhatikan oleh para trader adalah aliran dana asing. Secara historis, kenaikan suku bunga AS akan memicu aliran modal keluar dari pasar negara berkembang menuju aset-aset dalam denominasi Dollar AS yang dianggap lebih aman. Namun, dalam periode ini, tekanan jual asing tidak seberat yang dikhawatirkan.

Beberapa pengamat mencatat bahwa investor asing mulai melihat peluang di pasar Indonesia karena valuasi saham-saham domestik yang masih dianggap menarik (undervalued) dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Hal ini membuat tekanan jual akibat kenaikan suku bunga The Fed dapat diredam oleh aksi beli asing yang masuk ke sektor-sektor fundamental.

Proyeksi Teknis dan Level Psikologis IHSG ke Depan

Secara teknikal, keberhasilan IHSG menembus dan bertahan di level 6.400 merupakan sinyal positif bagi tren jangka menengah. Level ini kini berfungsi sebagai area support kuat yang harus dijaga agar reli penguatan dapat berlanjut menuju level berikutnya.