Menariknya, aturan ini tidak hanya berlaku bagi para pejabat itu sendiri, tetapi juga mencakup anggota keluarga mereka. Langkah ini diambil guna menghindari praktik "flexing" yang selama ini sering memicu kontroversi dan sentimen negatif publik.
Pembatasan Penggunaan Fasilitas Jabatan
Selain urusan gaya hidup di dunia maya, Danantara juga memperketat penggunaan fasilitas jabatan. Para direksi dan komisaris kini dibatasi dalam menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan di luar pekerjaan.
Hal ini bertujuan agar setiap aset dan fasilitas perusahaan benar-benar digunakan untuk menunjang kinerja profesional. Transparansi dan akuntabilitas menjadi pilar utama dalam pengawasan penggunaan fasilitas ini.
Poin-Poin Utama Aturan Danantara:
Larangan keras memamerkan gaya hidup mewah (flexing) di media sosial bagi pejabat dan keluarga.